Social Items


US, Amerika Serikat telah 'bermain api', karena menjatuhkan sanksi kepada China gara-gara membeli senjata dari Rusia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov seperti yang direlease kantor berita AFP Jumat (21/9).

Dalam keterangannya Ryabkov berujar, stabilitas global yang selama ini sudah terjalin telah dirusak AS, karena telah meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

"Bermain api itu konyol, dan sangatlah berbahaya. Kami menghimbau operator sanksi AS, setidaknya belajar sejarah kami agar tidak berada di isu itu-itu saja," tutur dia.

Peringatan serupa datang dari Beijing melalui jubir Kementerian Luar Negerinya, Geng Shuang, yang menyatakan mereka telah mengirim nota protes kepada AS.

Geng menjelaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan Negeri "Paman Sam" telah mencederai relasi dua negara di sektor militer.

"Karena itu, kami menyarankan agar pemerintah AS mencabut apa yang mereka sebut sebagai 'sanksi'. Jika tidak mereka bakal menanggung konsekuensinya," tegas Geng.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menjatuhkan sanksi kepada Negeri China setelah membeli 10 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dan sistem rudal S-400.

Dalam keterangannya Kemenlu AS menyatakan, China menjadi negara Dunia Ketiga pertama yang disanksi di bawah aturan menangkal musuh AS lewat Sanksi (CAATSA) yang disahkan di 2017. Tar-sumber AFP

China Balas Mengancam AS, Rusia Bilang AS 'Bermain Api"

Cakrawala Online

US, Amerika Serikat telah 'bermain api', karena menjatuhkan sanksi kepada China gara-gara membeli senjata dari Rusia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov seperti yang direlease kantor berita AFP Jumat (21/9).

Dalam keterangannya Ryabkov berujar, stabilitas global yang selama ini sudah terjalin telah dirusak AS, karena telah meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

"Bermain api itu konyol, dan sangatlah berbahaya. Kami menghimbau operator sanksi AS, setidaknya belajar sejarah kami agar tidak berada di isu itu-itu saja," tutur dia.

Peringatan serupa datang dari Beijing melalui jubir Kementerian Luar Negerinya, Geng Shuang, yang menyatakan mereka telah mengirim nota protes kepada AS.

Geng menjelaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan Negeri "Paman Sam" telah mencederai relasi dua negara di sektor militer.

"Karena itu, kami menyarankan agar pemerintah AS mencabut apa yang mereka sebut sebagai 'sanksi'. Jika tidak mereka bakal menanggung konsekuensinya," tegas Geng.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menjatuhkan sanksi kepada Negeri China setelah membeli 10 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dan sistem rudal S-400.

Dalam keterangannya Kemenlu AS menyatakan, China menjadi negara Dunia Ketiga pertama yang disanksi di bawah aturan menangkal musuh AS lewat Sanksi (CAATSA) yang disahkan di 2017. Tar-sumber AFP

Tidak ada komentar