Social Items




Biro DIY-Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyz Desa Girimulyo merupakan desa Rintisan Budaya. Pada hari Kamis Kliwon 27 September 2018 mengadakan Pagelaran Seni dan Budaya yang ada di desa itu. Acara ini dipusatkan di balai desa Girimulyo kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY.
“Saat ini warga masyarakat desa Girimulyo dalam posisinya sedang masuk kategori desa rintisan budaya. Sebelumnya termasuk kantong dudaya, dan setelah berbagai atraksi rintisan seni dan budaya ini digelar kedepan akan ditingkatkan jadi desa budaya.,” demikian menurut Drs Sunu Raharjo kades Girimulyo.
“Kami berharap desa Girimulyo merupakan desa kantong budaya, dan kini sudah jadi desa rintisan budaya. Pada 27 September 2018 ini digelar berbagai kesenian dan budaya yang ada. Harapan kami kedepan Girimulyo jadi desa budaya seperti desa lain,” harap kades.
Saat itu berbagai kesenian digelar, seperti jatilan, karawitan, ketoprak dan lainnya. Walaupun itu hanya sepotong atau frahmen tapi warga masyarakat cukup puas dalam menyaksikan pagelaran seni dan budaya yang ada di desa Girimulyo.
Sehingga pihak dinas kabupaten Gunungkidul merasa puas dalam menghadiri serta menyaksikan acara gelar seni dan budaya itu. Termasuk juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Camat Panggang beserta muspika kecamatan, dan tamu undangan.
Patut diakui banyak pihak bahwa dalam acara gelar seni dan budaya desa itu cukup melelahkan warga yang terlibat. Tetapi acara itu didukung semua pihak warga masyarakat se desa Girimulyo Panggang Gunungkidul. Sehingga kerja berat nampak ringan dan terasa puas dalam menyaksikan pagelaran seni dan budaya adat di desa Girimulyo kecamatan Panggang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul hadir dalam kesempatan tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa acara semacam ini cukup memuaskan masyarakat dan kita semua. Sehingga pagelaran seni dan budaya adat yang ada di suatu wilayah harus tetap dilestarikan.
Hal ini agar anak cucu kita nantinya tidak ketinggalan untuk menikmatinya. Dalam kesempatan itu juga ditampilkan seni Ketoprak sepotong yang hanya menampilkan Gandrung antara ratu dan wanita cantik. Kesenian Srandul juga digelar karena sekarkang ini semakin langka di masyarakat.
Karena kesenian srandul lama tidak dipanggungkan, sehingga seni Srandul cukup memuaskan penonton. “Seni Srandul semakin langka di masyarakat sehingga Srandul ini jadi pelipur lara bagi warga masyarakat, karena rindu,” ungkap Drs Sunu Raharjo kades Girimulyo Panggang.
Kusdiono Somo Pawiro mengungkapkan bahwa gelar potensi rintisan desa budaya di Desa Girimulyo ini cukup memuaskan warga masyarakat. Pihaknya mengakui tentang Pusaka Keris atau Tosan Aji mendapat sambutan lebih baik. “Buktinya warga masyarakat saling menghampiri pameran Tosan Aji di pagelaran rintisan desa budaya ini,” kata Kusdiono Somo Pawiro dukuh Tanggung. (Sab)

Besok Kamis Kliwon Girimulyo Gelar Budaya

Cakrawala Online



Biro DIY-Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyz Desa Girimulyo merupakan desa Rintisan Budaya. Pada hari Kamis Kliwon 27 September 2018 mengadakan Pagelaran Seni dan Budaya yang ada di desa itu. Acara ini dipusatkan di balai desa Girimulyo kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY.
“Saat ini warga masyarakat desa Girimulyo dalam posisinya sedang masuk kategori desa rintisan budaya. Sebelumnya termasuk kantong dudaya, dan setelah berbagai atraksi rintisan seni dan budaya ini digelar kedepan akan ditingkatkan jadi desa budaya.,” demikian menurut Drs Sunu Raharjo kades Girimulyo.
“Kami berharap desa Girimulyo merupakan desa kantong budaya, dan kini sudah jadi desa rintisan budaya. Pada 27 September 2018 ini digelar berbagai kesenian dan budaya yang ada. Harapan kami kedepan Girimulyo jadi desa budaya seperti desa lain,” harap kades.
Saat itu berbagai kesenian digelar, seperti jatilan, karawitan, ketoprak dan lainnya. Walaupun itu hanya sepotong atau frahmen tapi warga masyarakat cukup puas dalam menyaksikan pagelaran seni dan budaya yang ada di desa Girimulyo.
Sehingga pihak dinas kabupaten Gunungkidul merasa puas dalam menghadiri serta menyaksikan acara gelar seni dan budaya itu. Termasuk juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Camat Panggang beserta muspika kecamatan, dan tamu undangan.
Patut diakui banyak pihak bahwa dalam acara gelar seni dan budaya desa itu cukup melelahkan warga yang terlibat. Tetapi acara itu didukung semua pihak warga masyarakat se desa Girimulyo Panggang Gunungkidul. Sehingga kerja berat nampak ringan dan terasa puas dalam menyaksikan pagelaran seni dan budaya adat di desa Girimulyo kecamatan Panggang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul hadir dalam kesempatan tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa acara semacam ini cukup memuaskan masyarakat dan kita semua. Sehingga pagelaran seni dan budaya adat yang ada di suatu wilayah harus tetap dilestarikan.
Hal ini agar anak cucu kita nantinya tidak ketinggalan untuk menikmatinya. Dalam kesempatan itu juga ditampilkan seni Ketoprak sepotong yang hanya menampilkan Gandrung antara ratu dan wanita cantik. Kesenian Srandul juga digelar karena sekarkang ini semakin langka di masyarakat.
Karena kesenian srandul lama tidak dipanggungkan, sehingga seni Srandul cukup memuaskan penonton. “Seni Srandul semakin langka di masyarakat sehingga Srandul ini jadi pelipur lara bagi warga masyarakat, karena rindu,” ungkap Drs Sunu Raharjo kades Girimulyo Panggang.
Kusdiono Somo Pawiro mengungkapkan bahwa gelar potensi rintisan desa budaya di Desa Girimulyo ini cukup memuaskan warga masyarakat. Pihaknya mengakui tentang Pusaka Keris atau Tosan Aji mendapat sambutan lebih baik. “Buktinya warga masyarakat saling menghampiri pameran Tosan Aji di pagelaran rintisan desa budaya ini,” kata Kusdiono Somo Pawiro dukuh Tanggung. (Sab)

Tidak ada komentar