Social Items


Papua, Pemkab Kabupaten Jayawijaya Papua memberikan kompensasi sebesar Rp500 juta kepada pihak keluarga dari Agustina Logo, murid SD yang pingsan lalu meninggal dunia usai disuntik vaksin imunisasi di sekolahnya. 

Wakil Bupati Jayawijaya, John R Banua, mengatakan bahwa sebelumnya pihak keluarga meminta kompensasi sebesar Rp1 miliar ditambah 100 ekor ternak babi.

 "Setelah kita lakukan negosiasi dan menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan hingga merengut nyawa anak tersebut, mereka sepakat untuk dibayar Rp500 juta," katanya, Kamis (23/8).

 Setelah dilakukan pembayaran kompensasi, pihak keluarga sudah mengizinkan pemerintah membuka kembali aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kurulu, termasuk pelayanan imunisasi di sana.

 "Pembayaran sesuai petunjuk dari bupati Jayawijaya yang kita jalankan, dimana Pemda tidak pernah membayar kompensasi hingga miliaran, dan hanya Rp500 juta yang ditawarkan seperti penyelesaian kasus yang lain," lanjutnya. 

Calon Bupati Jayawijaya yang tinggal menunggu waktu pelantikan itu mengemukakan tidak ada permasalahan yang menghambat untuk dilanjutkannya imunisasi di Jayawijaya ini. 

"Jadi petugas kami juga bisa kembali melakukan pelayanan kesehatan," katanya.

 Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dokter Willy Mambieuw menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas meninggalnya Agustina Logo. 

"Kami sambut baik pernyataan pihak keluarga yang telah menerima dan sepakat menyelesaikan masalah ini bersama pemerintah. Kamipun bisa kembali meneruskan imuisasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya. 

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kematian Agustina Logo yang pingsan lalu meninggal dunia usai disuntik vaksin. Namun beberapa anak lainnya yang disuntik dengan cairan yang sama, hingga kini dalam keadaan sehat.Hot-sumberGalamedianews

Tewas Setelah Diimunisasi, Bocah SD Terima Kompensasi Rp 500 Juta...

Cakrawala Online

Papua, Pemkab Kabupaten Jayawijaya Papua memberikan kompensasi sebesar Rp500 juta kepada pihak keluarga dari Agustina Logo, murid SD yang pingsan lalu meninggal dunia usai disuntik vaksin imunisasi di sekolahnya. 

Wakil Bupati Jayawijaya, John R Banua, mengatakan bahwa sebelumnya pihak keluarga meminta kompensasi sebesar Rp1 miliar ditambah 100 ekor ternak babi.

 "Setelah kita lakukan negosiasi dan menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan hingga merengut nyawa anak tersebut, mereka sepakat untuk dibayar Rp500 juta," katanya, Kamis (23/8).

 Setelah dilakukan pembayaran kompensasi, pihak keluarga sudah mengizinkan pemerintah membuka kembali aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kurulu, termasuk pelayanan imunisasi di sana.

 "Pembayaran sesuai petunjuk dari bupati Jayawijaya yang kita jalankan, dimana Pemda tidak pernah membayar kompensasi hingga miliaran, dan hanya Rp500 juta yang ditawarkan seperti penyelesaian kasus yang lain," lanjutnya. 

Calon Bupati Jayawijaya yang tinggal menunggu waktu pelantikan itu mengemukakan tidak ada permasalahan yang menghambat untuk dilanjutkannya imunisasi di Jayawijaya ini. 

"Jadi petugas kami juga bisa kembali melakukan pelayanan kesehatan," katanya.

 Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dokter Willy Mambieuw menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas meninggalnya Agustina Logo. 

"Kami sambut baik pernyataan pihak keluarga yang telah menerima dan sepakat menyelesaikan masalah ini bersama pemerintah. Kamipun bisa kembali meneruskan imuisasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya. 

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kematian Agustina Logo yang pingsan lalu meninggal dunia usai disuntik vaksin. Namun beberapa anak lainnya yang disuntik dengan cairan yang sama, hingga kini dalam keadaan sehat.Hot-sumberGalamedianews

Tidak ada komentar