Social Items


Grobogan-Cakrawalaonline, Populasi hewan korban untuk wilayah kabupaten Grobogan saat ini masih dikuasai oleh ternak lokal, yakni sebanyak 80 % sapi maupun kambing berasal dari peternak Grobogan. 

Namun bayang-bayang penyakit berbahaya Antraks hingga kini masih mengintip hewan-hewan tersebut. Padahal penyakit mematikan ini bisa menular kepada manusia melalui percikan darah saat proses pemotongan, bisa juga lewat kotoran yang masuk melalui pernapasan, maupun makan dagingnya. 

Seperti yang disampaikan Drh. H Riyanto MM kepala Dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Grobogan kepada Cakrawala kemaren Kamis (16/9) di ruang kerjanya. 

Dari waktu kewaktu Antraks di Grobogan masih perlu diwaspadai. Sebelum dipotong harus ada pemeriksaan dari petugas pemeriksa hewan kurban dari Dinas Peternakan. 

"Petugas kami akan memantau mulai dari pasar hewan, sampai ke tempat panitia pemotongan hewan korban. Bagi hewan yang dinyatakan bebas penyakit, biasanya diberi tanda khusus. Yakni berupa kalung dari benang dengan tanda stempel dari dinas kesehatan."

 "Karena masih dalam proses pemeriksaan sampai menjelang hari H. Maka sejauh ini belum ada laporan konkrit dari petugas terkait ada tidaknya hewan yang terjangkiti penyakit antraks ini," jelas Riyanto. Ng

Antraks Masih Ancam Hewan Kurban Di Grobogan

Cakrawala Online

Grobogan-Cakrawalaonline, Populasi hewan korban untuk wilayah kabupaten Grobogan saat ini masih dikuasai oleh ternak lokal, yakni sebanyak 80 % sapi maupun kambing berasal dari peternak Grobogan. 

Namun bayang-bayang penyakit berbahaya Antraks hingga kini masih mengintip hewan-hewan tersebut. Padahal penyakit mematikan ini bisa menular kepada manusia melalui percikan darah saat proses pemotongan, bisa juga lewat kotoran yang masuk melalui pernapasan, maupun makan dagingnya. 

Seperti yang disampaikan Drh. H Riyanto MM kepala Dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Grobogan kepada Cakrawala kemaren Kamis (16/9) di ruang kerjanya. 

Dari waktu kewaktu Antraks di Grobogan masih perlu diwaspadai. Sebelum dipotong harus ada pemeriksaan dari petugas pemeriksa hewan kurban dari Dinas Peternakan. 

"Petugas kami akan memantau mulai dari pasar hewan, sampai ke tempat panitia pemotongan hewan korban. Bagi hewan yang dinyatakan bebas penyakit, biasanya diberi tanda khusus. Yakni berupa kalung dari benang dengan tanda stempel dari dinas kesehatan."

 "Karena masih dalam proses pemeriksaan sampai menjelang hari H. Maka sejauh ini belum ada laporan konkrit dari petugas terkait ada tidaknya hewan yang terjangkiti penyakit antraks ini," jelas Riyanto. Ng

Tidak ada komentar