Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Karawitan desa Mulo memuaskan pendengar. Ini terbukti di kala para sinden yang kala itu ada lima sinden dalam karawitan menghipnotis pendengar dan pemirsa di kala desa Mulo menggelar lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul.

Karawitan tersebut dibawakan oleh kelompok ibu-ibu PKK Desa Mulo kecamatan Wonosari. Sehingga pantas bila karawitan yang digelar dalam lomba desa Mulo itu mendapat acungan jempol bagi pendengar. Dari pemerintah desas Mulo memang ingin yang terbaik.

Sugiyarto A.Md kepala desa Mulo mengungkapkan bahwa dalam lomba desa di desa Mulo bagi kades harus mampu memotivasi warga masyarakat. Sehingga dalam sambutan kades memang harus jelas, keras dan mantap serta meyakinkan warga masyarakat desa Mulo.

“Bagi kami bila dinyatakan juara pertama atau juara satu harus siap maju di tingkat DIY,” demikian ungkap Sugiyarto kala ditanya wartawan seusai lomba yang juga dimeriahkan oleh kesenian Campur Sari dan juga kesenian Karawitan kelompok ibu PKK Desa Mulo.

Kades mengungkapkan bahwa lomba desa Mulo bertepatan dengan hajatan warga masyarakat yaitu musim panen dan musim tanam kedua atau tanam di musim marengan menjelang musim kemarau. Dalam persiapannya tidak bisa maksimal bagi pemerintah desa. “Tetapi alhamdulilah dapat selesai dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Kades berharap kedepan dengan adanya lomba tersebut akan memupuk semangat warga masyarakat dalam pembangunan fisik dan non fisik di masyarakat. “Kami selaku kades harus mampu  mendorong warga masyarakat untuk membangun. Agar kedepan desa Mulo beserta warga masyarakatnya semakin maju dan berkembanga sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Bagi desa Mulo, walau dalam persiapannya belum maksimal, tetapi dalam realita di lapangan cukup memuaskan bagi rombongan tim penilai kabupaten. Sujoko S.Sos M.Si selaku ketua tim penilai dalam evaluasi perkembangan desa merasa bangga dengan penampilan desa Mulo yang baik ini.

Mulo merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosari pantas bila nanti juara pertama. “Bila nanti juara satu ya saya beri hadian seragam bagi ibu-ibu PKK untuk maju di tingkat propinsi DIY,’ ungkap ketua tim di hadapan warga masyarakat dan semua lembaga tingkat desa dan kecamatan Wonosari.

Komandan penilai juga menegaskan bahwa lomba desa itu merupakan kuwajiban untuk berevaluasi. “Jadi yang namanya lomba itu tidak mesti harus juara pertama. Karena lomba desa itu untuk mempertahankan nilai-nilai gotong royong di masyarakat desa. Agar kedepan gugur gunung atau kerja bakti membangun desa itu tidak punah,” jelasnya.

Harapnya, jadi dari 144 desa yang 18 ikut lomba mewakili 18 kecamatan itu mesti tidak ada yang kecewa, bila nanti tidak juara. “Hal itu semua untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan di desa. Tetapi bagi desa Mulo ini lomba 2019 ini memang mantap,” ungkap ketua tim penilai. (Sab)

Lomba Desa Mulo Wonosari Mantap

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Karawitan desa Mulo memuaskan pendengar. Ini terbukti di kala para sinden yang kala itu ada lima sinden dalam karawitan menghipnotis pendengar dan pemirsa di kala desa Mulo menggelar lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul.

Karawitan tersebut dibawakan oleh kelompok ibu-ibu PKK Desa Mulo kecamatan Wonosari. Sehingga pantas bila karawitan yang digelar dalam lomba desa Mulo itu mendapat acungan jempol bagi pendengar. Dari pemerintah desas Mulo memang ingin yang terbaik.

Sugiyarto A.Md kepala desa Mulo mengungkapkan bahwa dalam lomba desa di desa Mulo bagi kades harus mampu memotivasi warga masyarakat. Sehingga dalam sambutan kades memang harus jelas, keras dan mantap serta meyakinkan warga masyarakat desa Mulo.

“Bagi kami bila dinyatakan juara pertama atau juara satu harus siap maju di tingkat DIY,” demikian ungkap Sugiyarto kala ditanya wartawan seusai lomba yang juga dimeriahkan oleh kesenian Campur Sari dan juga kesenian Karawitan kelompok ibu PKK Desa Mulo.

Kades mengungkapkan bahwa lomba desa Mulo bertepatan dengan hajatan warga masyarakat yaitu musim panen dan musim tanam kedua atau tanam di musim marengan menjelang musim kemarau. Dalam persiapannya tidak bisa maksimal bagi pemerintah desa. “Tetapi alhamdulilah dapat selesai dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Kades berharap kedepan dengan adanya lomba tersebut akan memupuk semangat warga masyarakat dalam pembangunan fisik dan non fisik di masyarakat. “Kami selaku kades harus mampu  mendorong warga masyarakat untuk membangun. Agar kedepan desa Mulo beserta warga masyarakatnya semakin maju dan berkembanga sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Bagi desa Mulo, walau dalam persiapannya belum maksimal, tetapi dalam realita di lapangan cukup memuaskan bagi rombongan tim penilai kabupaten. Sujoko S.Sos M.Si selaku ketua tim penilai dalam evaluasi perkembangan desa merasa bangga dengan penampilan desa Mulo yang baik ini.

Mulo merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosari pantas bila nanti juara pertama. “Bila nanti juara satu ya saya beri hadian seragam bagi ibu-ibu PKK untuk maju di tingkat propinsi DIY,’ ungkap ketua tim di hadapan warga masyarakat dan semua lembaga tingkat desa dan kecamatan Wonosari.

Komandan penilai juga menegaskan bahwa lomba desa itu merupakan kuwajiban untuk berevaluasi. “Jadi yang namanya lomba itu tidak mesti harus juara pertama. Karena lomba desa itu untuk mempertahankan nilai-nilai gotong royong di masyarakat desa. Agar kedepan gugur gunung atau kerja bakti membangun desa itu tidak punah,” jelasnya.

Harapnya, jadi dari 144 desa yang 18 ikut lomba mewakili 18 kecamatan itu mesti tidak ada yang kecewa, bila nanti tidak juara. “Hal itu semua untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan di desa. Tetapi bagi desa Mulo ini lomba 2019 ini memang mantap,” ungkap ketua tim penilai. (Sab)

Tidak ada komentar