Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Lomba desa Kemiri yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20-03-2019 terkesan sangat meriah. Partisipasi dari waraga masyarakat yang menyambut rombongan tim penilai di setiap sampel lomba sangat antusias menanggapi tim penilai.

Desa Kemiri yang merupakan bagian dari kecamatan Tanjungsari merupakan desa yang sedang masuk rintisan budaya. Sehingga partisipasi dari warga masyarakat sedang giat-giatnya menanggapi berbagai masalah berkaitan dengan kepedulian bekerja dan bergotong royong.

Samidi kades Kemiri yang dalam lomba desa itu mengantar rombongan tim penilai dari kabupaten. Mereka menuju Pasar Melok atau Res Area Pasar Melok di Padukuhan Guyangan. Tim penilai dilanjutkan dengan simulasi kebaran warga masyarakat dan diteruskan ke tempat obyek wisata Pakubon.

Pakubon adalah gua yang jadi tempat wisata, karena tempat ini belum populer, sehingga wisatawan minat khusus yang datang di Guo Pakubon belum banyak. Lokasinya yang indah, tidak kalah dengan Guo Pindul. Pakubon yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis desa Kemiri itu semakin bergeliat dan dikunjungi wisatawan.

Dalam kesempatan itu rombongan tim penilai dari kabupaten juga masuk dalam gua. Beberapa jam kemudian kembali dan menuju ke balai padukuhan Ngasem. Acara dilanjutkan menuju balai padukuhan Wates. Rombongan tim penilai yang dipandu seorang gaet Kasiyo berhenti di balai padukuhan Wates.

Di Padukuhan Wates ini rombongan tim penilai sempat berjoget bersama rombongan Campur Sari yang disediakan oleh dukuh Wates. Hal itu untuk melepas lelah setelah masuk Guo Pakubon dan kembali minum degan di padukuhan Ngasem.

Di padukuhan Wates agak lama karena berjoget dengann simbah-simbah yang gejok lesung. Joget bareng merupakan keakraban diantara orang besar dan berwenang besar dengan orang besasr di tingkat bawah atau pedesaan. Rupanya padukuhan Wates mendapat tempat lebih lama bagi tim penilai.

Rombongan berlanjut menuju padukuhan Bareng, setelah memberi nilai berbagai sampel yang disediakan dilanjutkan makan siang atau isoma (istirahat solat makan) di Bareng. Mereka sambil mendengarkan Karawitan Krido Laras dari ibu PKK dusun Bareng. Selesai dilanjutkan menuju balai desa Kemiri memberi penilaian di tingkat desa dan upacara pemaparan, kesan dan pesan oleh ketua tim penilai, dilanjutkan berdoa dan menyanyi Padamu negeri hingga acara ditutup oleh pembawa acara. (Sab)

Lomba Desa Kemiri 20 Maret 2019 Urutan ke 14

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Lomba desa Kemiri yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20-03-2019 terkesan sangat meriah. Partisipasi dari waraga masyarakat yang menyambut rombongan tim penilai di setiap sampel lomba sangat antusias menanggapi tim penilai.

Desa Kemiri yang merupakan bagian dari kecamatan Tanjungsari merupakan desa yang sedang masuk rintisan budaya. Sehingga partisipasi dari warga masyarakat sedang giat-giatnya menanggapi berbagai masalah berkaitan dengan kepedulian bekerja dan bergotong royong.

Samidi kades Kemiri yang dalam lomba desa itu mengantar rombongan tim penilai dari kabupaten. Mereka menuju Pasar Melok atau Res Area Pasar Melok di Padukuhan Guyangan. Tim penilai dilanjutkan dengan simulasi kebaran warga masyarakat dan diteruskan ke tempat obyek wisata Pakubon.

Pakubon adalah gua yang jadi tempat wisata, karena tempat ini belum populer, sehingga wisatawan minat khusus yang datang di Guo Pakubon belum banyak. Lokasinya yang indah, tidak kalah dengan Guo Pindul. Pakubon yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis desa Kemiri itu semakin bergeliat dan dikunjungi wisatawan.

Dalam kesempatan itu rombongan tim penilai dari kabupaten juga masuk dalam gua. Beberapa jam kemudian kembali dan menuju ke balai padukuhan Ngasem. Acara dilanjutkan menuju balai padukuhan Wates. Rombongan tim penilai yang dipandu seorang gaet Kasiyo berhenti di balai padukuhan Wates.

Di Padukuhan Wates ini rombongan tim penilai sempat berjoget bersama rombongan Campur Sari yang disediakan oleh dukuh Wates. Hal itu untuk melepas lelah setelah masuk Guo Pakubon dan kembali minum degan di padukuhan Ngasem.

Di padukuhan Wates agak lama karena berjoget dengann simbah-simbah yang gejok lesung. Joget bareng merupakan keakraban diantara orang besar dan berwenang besar dengan orang besasr di tingkat bawah atau pedesaan. Rupanya padukuhan Wates mendapat tempat lebih lama bagi tim penilai.

Rombongan berlanjut menuju padukuhan Bareng, setelah memberi nilai berbagai sampel yang disediakan dilanjutkan makan siang atau isoma (istirahat solat makan) di Bareng. Mereka sambil mendengarkan Karawitan Krido Laras dari ibu PKK dusun Bareng. Selesai dilanjutkan menuju balai desa Kemiri memberi penilaian di tingkat desa dan upacara pemaparan, kesan dan pesan oleh ketua tim penilai, dilanjutkan berdoa dan menyanyi Padamu negeri hingga acara ditutup oleh pembawa acara. (Sab)

Tidak ada komentar