Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline -  Lomba desa putaran ke tujuh di desa Jurangjero. Lomba atau evaluasi pembangunan desa ini cukup meriah bagi warga masyarakat desa Jurangjero kecamatan Ngawen Gunungkidul DIY. Namun karena kehujanan sehingga lombanya terkesan kurang meriah.Tetapi walau demikian jalannya lomba tetap tertip dan tidak ada halangan suatu apapun.

Demikian diakui Suparno kepala desa Jurangjero Ngawen saat ditemui wartawan selesai lomba dan terkesan basah kuyup, seperti kedinginan. Memang kala itu hujan termasuk besasr, sehingga di wilayah Gunungkidul pun juga terjadi banjir, beberapa ruas jalan di wilayah kecamatan Gedangsari tidak dapat dilalui kendaraan akibat banyak air.

Berbagai sample di padukuhan wilayah desa Jurangjero Ngawen telah dinilai oleh rombongan tim penilai kabupaten. Mereka merasa puas, walau terkesan sederhana tetapi sambutan dari warga masyarakat sangat familier. Sehingga tim penilai terasa senang dan memuaskan dalam memberi nilai.

Kades mengungkapkan bahwa warga atau rakyat harus sembodo. Kegotong royongan harus tetap dipertahankan, itu untuk membantu kelancaran pembangunan kita semua dan pemerintah. Kala itu sambutan kades diawali bernyanyi Gelandangan, yang merupakan lagu kesayangan di tahun tujuh puluhan. Seolah walau keadaan sederhana tetapi mampu menyedot perhatian tim penilai, hingga terasa trenyuh dalam nyanyian kades selaku warga.

Selesai dilanjutkan sambutan kades Suparno yang mengungkapkan tentang kerja kerasnya bersama warga masyarakat cukup membanggakan. “Itulah hasilnya,” kata kades. Pihaknya tidak berharap banyak kepada tim penilai. Yang jelas telah bekerja keras bersama masyarakat untuk meningkatkan pemberdayaan pembangunan. “Terserah kepada tim penilai, soal hasil tidak ambisi juara. Tetapi berharap nomor kecil, bukan urutan terakhir, 18 peserta,” ungkap kades singkat.

Sebelumnya sekretaris desa Jurangjero, Aris Wijayadi mengungkapkan bahwa berkait lomba desa itu, bagi desanya tidak ambisi meraih nomor satu. Tetapi nomor kecil saja, sesuai dengan norma yang layak. Sehingga Jurangjero tampil beda dengan desa lain dalam lomba desa 6-3-2019 ini. “Soal nilai itu adalah kewenangan tim penilai kabupaten,” jelasnya.

Sujoko S.Sos M.Si selaku kepala DP3AKBPMD mengungkapkan, lomba  ditingkat kabupaten Gunungkidul sangat penting untuk mengetahui perkembangan pembangunan di tingkat desa di wilayah tersebut. Pihaknya mengajak kepada masyarakat agar tetap mempertahankan dan melaksanakan gotong royong dengan serius dan inovatif. (Sab)

Lomba Desa Jurangjero 06-03-2019 Kehujanan

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline -  Lomba desa putaran ke tujuh di desa Jurangjero. Lomba atau evaluasi pembangunan desa ini cukup meriah bagi warga masyarakat desa Jurangjero kecamatan Ngawen Gunungkidul DIY. Namun karena kehujanan sehingga lombanya terkesan kurang meriah.Tetapi walau demikian jalannya lomba tetap tertip dan tidak ada halangan suatu apapun.

Demikian diakui Suparno kepala desa Jurangjero Ngawen saat ditemui wartawan selesai lomba dan terkesan basah kuyup, seperti kedinginan. Memang kala itu hujan termasuk besasr, sehingga di wilayah Gunungkidul pun juga terjadi banjir, beberapa ruas jalan di wilayah kecamatan Gedangsari tidak dapat dilalui kendaraan akibat banyak air.

Berbagai sample di padukuhan wilayah desa Jurangjero Ngawen telah dinilai oleh rombongan tim penilai kabupaten. Mereka merasa puas, walau terkesan sederhana tetapi sambutan dari warga masyarakat sangat familier. Sehingga tim penilai terasa senang dan memuaskan dalam memberi nilai.

Kades mengungkapkan bahwa warga atau rakyat harus sembodo. Kegotong royongan harus tetap dipertahankan, itu untuk membantu kelancaran pembangunan kita semua dan pemerintah. Kala itu sambutan kades diawali bernyanyi Gelandangan, yang merupakan lagu kesayangan di tahun tujuh puluhan. Seolah walau keadaan sederhana tetapi mampu menyedot perhatian tim penilai, hingga terasa trenyuh dalam nyanyian kades selaku warga.

Selesai dilanjutkan sambutan kades Suparno yang mengungkapkan tentang kerja kerasnya bersama warga masyarakat cukup membanggakan. “Itulah hasilnya,” kata kades. Pihaknya tidak berharap banyak kepada tim penilai. Yang jelas telah bekerja keras bersama masyarakat untuk meningkatkan pemberdayaan pembangunan. “Terserah kepada tim penilai, soal hasil tidak ambisi juara. Tetapi berharap nomor kecil, bukan urutan terakhir, 18 peserta,” ungkap kades singkat.

Sebelumnya sekretaris desa Jurangjero, Aris Wijayadi mengungkapkan bahwa berkait lomba desa itu, bagi desanya tidak ambisi meraih nomor satu. Tetapi nomor kecil saja, sesuai dengan norma yang layak. Sehingga Jurangjero tampil beda dengan desa lain dalam lomba desa 6-3-2019 ini. “Soal nilai itu adalah kewenangan tim penilai kabupaten,” jelasnya.

Sujoko S.Sos M.Si selaku kepala DP3AKBPMD mengungkapkan, lomba  ditingkat kabupaten Gunungkidul sangat penting untuk mengetahui perkembangan pembangunan di tingkat desa di wilayah tersebut. Pihaknya mengajak kepada masyarakat agar tetap mempertahankan dan melaksanakan gotong royong dengan serius dan inovatif. (Sab)

Tidak ada komentar