Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Kalender atau tanggalan yang dikeluarkan oleh Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta atau kampus STAIYO Wonosari memang selalu dicari. Karena kalender ini ukurannya sedang, jelas cetakannya dan juga jelas sesuai kebutuhan banyak orang serta dilengkapi dengan pranoto mongso.

Inilah yang sangat dibutuhkan bukan hanya bagi mahasiswa di kampus, tetapi semua orang termasuk petani, nelayan mereka sangat  butuh dan mencari tanggalan yang dikeluarkan oleh kampus STAIYO Wonosari ini.

Awalnya kalender STAIYO Wonosari itu dibagikan kepada mahasiswa dan pengurus kampus. Lama kelamaan tanggalan itu diminta orang, termasuk mahasiswa baru, wisudawan dan calon mahasiswa atau orang lewat kampus. Bahkan termasuk dibawa oleh wartawan yang meliput di kampus STAIYO Wonosari.

Tetapi hal demikian tidak pernah dihiraukan oleh kampus, termasuk oleh ketua kampus dan juga pengurus kampus. Sehingga kadang kalender tersebut dibagi, tetapi tidak merata bagi mereka yang pernah memakainya. Batas waktu hanya setahun memang, sehingga setelah akhir desember itu tanggalan hanya sebagai dokumen.

Ketua kampus STAIYO Wonosari, Drs H Mardiyo M.Si mengungkapkan bahwa tanggalan yang dicetak pada tahun 2019 sudah cukup banyak. Kalender itu memang hanya dibagikan kepada pemakai dengan gratis, sehingga menurut ketua cepat habis, mungkin karena gratis pemakai selalu menanti kalender STAIYO Wonosari.

Hal demikian juga diakui oleh Suharto S.Ag MM ketua sekretariat kampus STAIYO Wonosari yang juga seorang dusen kampus. Pihaknya mengaku bahwa kalender kampus STAIYO Wonosari memang sudah dicetak banyak, lebih dari cukup. “Mestinya kalender 2019 sudah cukup bagi pemakai,” katanya.

Suharto juga mengakui bahwa sekarang ini merupakan tahun politik. Berkait dengan kalender atau tanggalan itu sering juga disuplai oleh calon DPR yang maju njago lagi di tahun ini. Pihaknya juga kagum, tanggalan sudah dicetak lebih dari cukup kok yo masih kurang. Mungkin itu adalah hukum alam, semakin banyak dicetak juga semakin banyak nilai promosinya. Sehingga semakin tidak cukup bagi mereka yang pernah memakai.

Ditanya wartawan, pihak kampus merasa tanggalan tahun 2019 sudah cukup. Di luaran sana mengatakan belum cukup atau kurang, sehingga mengutik benak mereka berkeinginan masa depan atau tahun berikutnya akan mencetak lebih dari cukup.

“Bagi kami kalender itu tidak hanya untuk kepentingan dunia pendidikan. Tetapi untuk semua yang membutuhkan waktu atau mongso dan prakiraan lain yang dibutuhkan orang agar tercukupi. Petani, nelayan dan kaum buruh lain termasuk kaum intelek juga belajar dari kalender STAIYO Wonosari. Setidaknya merupakan petunjuk untuk diikuti,” katanya.(Sab)

Kalender STAIYO Selalu Dicari Orang

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Kalender atau tanggalan yang dikeluarkan oleh Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta atau kampus STAIYO Wonosari memang selalu dicari. Karena kalender ini ukurannya sedang, jelas cetakannya dan juga jelas sesuai kebutuhan banyak orang serta dilengkapi dengan pranoto mongso.

Inilah yang sangat dibutuhkan bukan hanya bagi mahasiswa di kampus, tetapi semua orang termasuk petani, nelayan mereka sangat  butuh dan mencari tanggalan yang dikeluarkan oleh kampus STAIYO Wonosari ini.

Awalnya kalender STAIYO Wonosari itu dibagikan kepada mahasiswa dan pengurus kampus. Lama kelamaan tanggalan itu diminta orang, termasuk mahasiswa baru, wisudawan dan calon mahasiswa atau orang lewat kampus. Bahkan termasuk dibawa oleh wartawan yang meliput di kampus STAIYO Wonosari.

Tetapi hal demikian tidak pernah dihiraukan oleh kampus, termasuk oleh ketua kampus dan juga pengurus kampus. Sehingga kadang kalender tersebut dibagi, tetapi tidak merata bagi mereka yang pernah memakainya. Batas waktu hanya setahun memang, sehingga setelah akhir desember itu tanggalan hanya sebagai dokumen.

Ketua kampus STAIYO Wonosari, Drs H Mardiyo M.Si mengungkapkan bahwa tanggalan yang dicetak pada tahun 2019 sudah cukup banyak. Kalender itu memang hanya dibagikan kepada pemakai dengan gratis, sehingga menurut ketua cepat habis, mungkin karena gratis pemakai selalu menanti kalender STAIYO Wonosari.

Hal demikian juga diakui oleh Suharto S.Ag MM ketua sekretariat kampus STAIYO Wonosari yang juga seorang dusen kampus. Pihaknya mengaku bahwa kalender kampus STAIYO Wonosari memang sudah dicetak banyak, lebih dari cukup. “Mestinya kalender 2019 sudah cukup bagi pemakai,” katanya.

Suharto juga mengakui bahwa sekarang ini merupakan tahun politik. Berkait dengan kalender atau tanggalan itu sering juga disuplai oleh calon DPR yang maju njago lagi di tahun ini. Pihaknya juga kagum, tanggalan sudah dicetak lebih dari cukup kok yo masih kurang. Mungkin itu adalah hukum alam, semakin banyak dicetak juga semakin banyak nilai promosinya. Sehingga semakin tidak cukup bagi mereka yang pernah memakai.

Ditanya wartawan, pihak kampus merasa tanggalan tahun 2019 sudah cukup. Di luaran sana mengatakan belum cukup atau kurang, sehingga mengutik benak mereka berkeinginan masa depan atau tahun berikutnya akan mencetak lebih dari cukup.

“Bagi kami kalender itu tidak hanya untuk kepentingan dunia pendidikan. Tetapi untuk semua yang membutuhkan waktu atau mongso dan prakiraan lain yang dibutuhkan orang agar tercukupi. Petani, nelayan dan kaum buruh lain termasuk kaum intelek juga belajar dari kalender STAIYO Wonosari. Setidaknya merupakan petunjuk untuk diikuti,” katanya.(Sab)

Tidak ada komentar