Social Items




Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalaonline – Setiap menyambut tahun baru kampus STAIYO selalu mencetak tanggalan. Di tahun 2019 ini mencetak ratusan bahkan hingga ribuan tanggalan untuk mahasiswa, alumni, pengurus dan dosen STAIYO. Tanggalan bisa membuat hubungan akrap dengan semua orang.

 Apalagi ada perbedaan kelas, status, dan faktor lain yang sulit diterjemahkan. Tetapi tidak demikian bagi seorang Rektor atau Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta (STAIYO) di Wonosari. Drs H Mardiyo M.Si selalu akrap dengan semua orang agar mereka tetap dikenal dan dikenang oleh orang disekitarnya.

Karena sikapnya yang ramah dan mudah dikenal oleh orang disekitarnya, termasuk kenalan lama tetap mengenang dan mencari. Sehingga Ketua STAIYO selalu dicari orang, baik dirumah maupun dilingkungan kampus. Bagi Drs H Mardiyo M.Si hal itu tidak menjadikan repot. Bahkan diakuinya sebagai amanah yang harus dipelihara agar hubungannya selalu harmonis di masyarakat.

Ketua STAIYO baik di kampus maupun dirumah sering dicari orang. Karena beliau termasuk orang penting, baik orang pendidikan, orang mahasiswa maupun orang kalangan warga NU di Wonosari dan Yogyakarta. Hal itulah yang menjadikan Drs H Mardiyo M.Si semakin kondang tak ubahnya sebagai pejabat publik yang main sinetron.

Kampus STAIYO yang terletak di kota Wonosari Jln Ki Ageng Giring Trimulyo sering diburu anak muda. Mereka mencari orang potensial di dunianya. Karena kampus ini mencetak generasi muslim yang potensial. Sehingga kampus STAIYO selalu didatangi orang untuk menimba ilmu umum dan ilmu agama Islam.

Kampus STAIYO dilengkapi gedung megah dan rapi serta pohon nangka, mangga jadi hiasan dan diburu mahasiswa. Lebih-lebih di saat panen mangga, maupun panen nangka. Bagi mahasiswa akan melirik memperhatikan buah yang bergelantungan dipohon. Bahkan ada mahasiswa bawa ketapel untuk memungut mangga. Itu terjadi bila buah mangga yang cukup tinggi.

Kadangkala buah mangga bisa jadi rebutan di kala perhatian sedang terfokus pada buah-buahan yang mulai masak. Memang bagi mahasiswa dan dosen pun dibiarkan memungut sendiri dan menikmatinya di kala musim lelah mengajar dan belajar bagi mahasiswa. “Ya di kala kita sedang lelah perlu juga iseng-iseng memungut mangga yang nampak menarik perhatian kita,” ungkap mahasiswa.

Saat berlangsung KBM (kegiatan belajar mengajar) mahasiswa merasa tenang dalam kampus. Tapi di musim istirahat mahasiswa berhamburan di luar kampus. Saling bercumbu rayu sesama mahasiswa. Sehingga suasana nampak penuh keakrapan antar mahasiswa. Ditambah lagi dengan ketua STAIYO yang juga senang bersenda gurau dengan mahasiswa. Suasana jadi lebih akrab antara pengelola kampus dan mahasiswa. Inilah kepuasan ketua STAIYO Drs H Mardiyo M.Si. (Sab)

Tiap Tahun Baru STAIYO Cetak Tanggalan

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalaonline – Setiap menyambut tahun baru kampus STAIYO selalu mencetak tanggalan. Di tahun 2019 ini mencetak ratusan bahkan hingga ribuan tanggalan untuk mahasiswa, alumni, pengurus dan dosen STAIYO. Tanggalan bisa membuat hubungan akrap dengan semua orang.

 Apalagi ada perbedaan kelas, status, dan faktor lain yang sulit diterjemahkan. Tetapi tidak demikian bagi seorang Rektor atau Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta (STAIYO) di Wonosari. Drs H Mardiyo M.Si selalu akrap dengan semua orang agar mereka tetap dikenal dan dikenang oleh orang disekitarnya.

Karena sikapnya yang ramah dan mudah dikenal oleh orang disekitarnya, termasuk kenalan lama tetap mengenang dan mencari. Sehingga Ketua STAIYO selalu dicari orang, baik dirumah maupun dilingkungan kampus. Bagi Drs H Mardiyo M.Si hal itu tidak menjadikan repot. Bahkan diakuinya sebagai amanah yang harus dipelihara agar hubungannya selalu harmonis di masyarakat.

Ketua STAIYO baik di kampus maupun dirumah sering dicari orang. Karena beliau termasuk orang penting, baik orang pendidikan, orang mahasiswa maupun orang kalangan warga NU di Wonosari dan Yogyakarta. Hal itulah yang menjadikan Drs H Mardiyo M.Si semakin kondang tak ubahnya sebagai pejabat publik yang main sinetron.

Kampus STAIYO yang terletak di kota Wonosari Jln Ki Ageng Giring Trimulyo sering diburu anak muda. Mereka mencari orang potensial di dunianya. Karena kampus ini mencetak generasi muslim yang potensial. Sehingga kampus STAIYO selalu didatangi orang untuk menimba ilmu umum dan ilmu agama Islam.

Kampus STAIYO dilengkapi gedung megah dan rapi serta pohon nangka, mangga jadi hiasan dan diburu mahasiswa. Lebih-lebih di saat panen mangga, maupun panen nangka. Bagi mahasiswa akan melirik memperhatikan buah yang bergelantungan dipohon. Bahkan ada mahasiswa bawa ketapel untuk memungut mangga. Itu terjadi bila buah mangga yang cukup tinggi.

Kadangkala buah mangga bisa jadi rebutan di kala perhatian sedang terfokus pada buah-buahan yang mulai masak. Memang bagi mahasiswa dan dosen pun dibiarkan memungut sendiri dan menikmatinya di kala musim lelah mengajar dan belajar bagi mahasiswa. “Ya di kala kita sedang lelah perlu juga iseng-iseng memungut mangga yang nampak menarik perhatian kita,” ungkap mahasiswa.

Saat berlangsung KBM (kegiatan belajar mengajar) mahasiswa merasa tenang dalam kampus. Tapi di musim istirahat mahasiswa berhamburan di luar kampus. Saling bercumbu rayu sesama mahasiswa. Sehingga suasana nampak penuh keakrapan antar mahasiswa. Ditambah lagi dengan ketua STAIYO yang juga senang bersenda gurau dengan mahasiswa. Suasana jadi lebih akrab antara pengelola kampus dan mahasiswa. Inilah kepuasan ketua STAIYO Drs H Mardiyo M.Si. (Sab)

Tidak ada komentar