Social Items


Grobogan-Cakrawalaonline, Suwatu adalah sebuah desa yang terletak di tengah hutan, yakni di kecamatan Gabus kabupaten Grobogan.

Kondisi desa terpencil ini sekarang sudah banyak berubah dan berkembang pembangunannya maupun taraf hidup masyarakatnya, namun peradaban maupun budayanya masih tetap terjaga yakni budaya gotong royong serta ramah tamah dengan siapa saja.



Desa dengan luas wilayah 25,45 km2 dan terdiri dari 4 dusun yakni Suwatu, Ngencer, Karangpung, Banyu Tarung ini, dipimpin oleh seorang kades muda, yakni Riyanto, yang sudah 3 periode menjadi kepala desa yang sangat dicintai rakyatnya.

Riyanto, Kades Suwatu
Sebagai sebuah desa yang masih asli budaya maupun peradabannya, rupanya kades muda Riyanto berpikir pula untuk mengembangkan desa Suwatu menjadi desa wisata.

Adapun potensi Perekonomian bersumber dari Pertanian (padi, jagung, kacang hijau), dan Peternakan (sapi, kambing) yang membuat rakyatnya makmur dan sejahtera.

Asal mula nama desa Suwatu

Pada jaman dahulu menurut cerita nenek moyang, desa ini adalah hutan belantara. Suatu hari datanglah keluarga yang mengungsi di tengah hutan ini, lama kelamaan keluarga tersebut bertambah dan bertambah.

Dinamakan ‘Suwatu’ karena ditengah-tengah desa ini terdapat sebuah batu besar yang berbentu gajah. Suwatu berasal dari kata ‘Watu’ yang berarti batu. Wn/yik

Suwatu Sebuah Desa Yang Masih Asli Peradabannya Layak Dijadikan Desa Wisata


Pemalang - CakrawalaOnline, Minggu (21/7) dini hari, pukul 00.33 WIB, rombongan calon haji(calhaj) Kabupaten Pemalang Kloter 50 sebanyak 217 orang calhaj. telah diberangkatkan dari pelataran pendopo kabupaten menuju asrama haji Donohudan(Solo).

Dengan menggunakan 6 bis, jama'ah calon haji tersebut, dilepas secara langsung oleh Bupati Pemalang, H. Djunaedi didampingi sejumlah kepala OPD.

Sedangkan Kloter 51 yang berjumlah 355 calhaj dan Kloter 52(40 orang), diberangkatkan pada hari Mingguv(21/7) pukul 06.43 WIB, oleh Asisten Sekda, Ainurrofiq.

Jama'ah calhaj. Kloter 51 dan Kloter 52 menggunakan 8 bis.

Dengan demikian, total calon haji Kabupaten Pemalang tahun 2019 yang mencapai 612 orang itu, semua sudah djberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Solo.
(Reporter: SSBL)

Rombongan Calhaj. Kabupaten Pemalang Telah Diberangkatkan...


Grobogan –Cakrawalaonline, Kembali lagi musibah kebakaran melanda Grobogan. Kali ini kebakaran menimpa sebuah bangunan SDN 2 Ngrandu di Dusun Tapen RT 2/4 Desa Ngrandu Kecamatan Geyer,  Sabtu siang (22/7).


Menurut sejumlah saksi – saksi di TKP  menyebutkan pada saat terjadinya kebakaran ada warga yang melihat ada kepulan asap dari gudang, dapur dan kantin. Setelah dilihat ternyata api sudah membesar dan membakar  bagian gudang, sehingga suasana menjadi gaduh.

Guru beserta warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun api baru bisa di padamkan pukul 12.30 WIB setelah dua mobil damkar di datangkan ke lokasi.

Danramil 9 Gundih Kapten Agus Munarwanto membenarkan kebakaran  tersebut.  “Diduga api berasal dari arus pendek listrik yang terpasang di dalam gudang sekolahan,” terangnya.

Masih menurutnya bahwa sekolahan SD itu terbuat dari tembok, atap seng dan tiangnya dari kayu.  Dan yang terbakar adalah 1 buah bangunan kantin, dapur, gudang, Komputer 1 set, TV, Kompor gas, tabung gas dan arsip – arsip pembelajaran atau buku siswa.

“Dari kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian material di perkirakan mencapai Rp. 120 juta rupiah,” imbuhnya.
Ng-Awg

SDN 2 Ngrandu Dilalap Api, Arsip Dan Komputer Ikut Hangus


Grobogan - Cakrawalaonline, Meski percepatan pembangunan di kabupaten Grobogan sudah dijalankan akan tetapi masih ada jalan- jalan penghubung antar desa yang masih belum tersentuh, salah satunya adalah jalan penghubung desa asemrudung ke kecamatan Geyer.

Sepanjang kurang lebih 3 km rusak parah,  kondisi jalan sangat memprihatinkan hanya terlihat batu-batu besar dan berlubang.

      Wita' selaku Kepala Desa Asemrudung saat di jumpai wartawan mengatakan "jalan penghubung tersebut adalah jalan yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Grobogan, kondisi jalan memang seperti ini,  meski rusak parah, ini masih bisa dilewati karna musim kemarau,  tapi coba kalau musim hujan datang 'tidak bakal bisa dilewati,  jalan menjadi berlumpur dan lubangnya pun makin dalam, kendaraan roda dua yang melewati jalan tersebut harus siap bermandikan lumpur, bahkan tidak sedikit mobil terjebak kalau nekad melewati jalan tersebut, meskipun kondisi jalan seperti itu banyak warga yang mau berpergian ke kantor kecamatan Geyer tetap melewati jalur tersebut dikarenakan jaraknya yang lebih dekat jika di banding  melewati jalur utara karna harus memutar, perbedaan jaraknya kurang lebih 10 kilo meter lebih jauh.

'Wita menambahkan dirinya selaku kepala desa dan segenap warga masyarakat desa Asemrudung sangat mengharapkan agar pemerintah kabupaten ataupun Pemerintah Pusat memperhatikan jalan penghubung tersebut,  karna itu adalah jalan terdekat menuju ke kecamatan Geyer "terangnya'.  Ng

Butuh Perhatian Pemerintah, Jalan Penghubung Desa Asemrudung ke Kecamatan Geyer


Grobogan-Cakrawalaonline, Pengambilan Obor Asean School Games tahun ini dilaksanakan. Acara pengambilan Obor di Api Abadi Mrapen yang ke XI yang dilaksanakan pada hari Rabu (17/7). Sekira pukul 08.30 Wib hingga selesai berlangsung sangat ramai dan meriah dengan disambut oleh murid murid SD di pinggir jalan sepanjang dari Tegowanu sampai lokasi Api Abadi di desa Manggarmas kecamatan Godong kabupaten Grobogan.

Acara yang dihadiri oleh Mentri Pemuda dan Olah raga Republik Indonesia yang diwakili dr. Yuni Purwanti,Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo beserta jajaranya, yang diwakili Sekda Pemprov Jawa tengah, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni dan Jajaranya.

FORKOPIMDA kabupaten Grobogan, para Insan olahraga, Muspika dan kepala Desa. Acara pembukaan ASG 2019 yang dihadiri kurang lebih 4000 pelajar dari Semarang berlangsung sangat meriah dan lancar.

Pengambilan Api yang dinyalakan ke Obor akan di arak menuju Balai Kota Semarang. Melewati rute Gubug-Tegowanu- Karangwen-Mranggen-simpang lima menuju Balai kota Semarang.

Dalam sambutanya Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni mengungkapkan rasa syukur, "Suatu penghormatan yang tiada terhingga bagi kami masyarakat Grobogan. Dapat berpartisipasi langsung menjadi bagian dari event event internasional, Nasional mauoun Regional. Antara lain Pengambilan Api ASEAN GAMES XI 2019 yang berasal dari Api Abadi Mrapen kabupaten Grobogan Dalam menyalakan Api Obornya Diarak Menuju Balai kota Semarang."

"Atas kelancaran terselenggaranya Acara tersebut masyarakat kabupaten Grobogan mengucapkan beribu ribu terima kasih," pungkasnya. Ng

Penyalaan Obor Api ASEAN School Games ke XI 2019 Di Api Abadi Mrapen Berjalan Lancar


Dompu-Cakrawalaonline, Sejumlah sekolah Dasar dan SMP satap Kempo dilematis terkait dengan dunia pendidikan.   Pemerintah Segera menindaklanjuti dengan Pemetaan, destinasi dan akreditasi, saat ini sekolah tersebut perlu pemetaan.

Tantangan yang dihadapi saat ini minimnya guru sementara guru yang ada pinjaman dari sekolah lain dan tempat tinggal yang relatif jauh.

Salah satu tokoh  Masyarakatpun Sulaiman Yasin  masih rendah SDMnya guru dicacimaki sehingga akan menimbulkan kebencian.

Selain itu lingkungan sekolah masih jorok dikarenakan belum memiliki WC dan MCK baik untuk guru maupun  untuk siswa,  Ka Dusun Tompo Hasanudin minta kepedulian Pemerintah. Terkait dengan guru dicaci maki Ketua PGRI akan menuntut sesuai UU Guru. Zun

Pemetaan pendidikan SD 21 Kempo Segera Diwujudkan


Dompu-Cakrawalaonline, Kepala SMKN 1 Kempo Ir.Adam melakukan implementasi kurikulum berbasis perikanan dan kelautan.  karena di mana sekolah ini memiliki wawasan kedepannya untuk menjadikan standarisasi pengolahan hasil laut yang relatif tinggi di Indonesia Timur.

Khususnya Pulau Sumbawa  iteluk Saleh, salah satu potensi laut yang menghasilkan ikan yang signifikan.  Pemerintah telah memberikan bantuan 1 buah kapal ikan untuk meningkatkan penghasilan sekolah selain tempat praktek siswa SMK jurusan kelautan ini.

sehingga ouput SMKN 1 Kempo bisa mandiri dan dapat dimanfaatkan oleh industri.

SMKN 1 Manggelewa memiliki 7 kompetensi keahlian di antaranya , pengelolaan rumput ternak, agrobisnis pertanian, pariwisata, selain itu memiliki kompetensi pendukung perbengkelan motor, busana  tata boga , dan multimedia.

SMKN 1 Manggalewa yang dibangun tahun 2008 lalu telah menghasilkan sumberdaya manusia yang handal.



Dengan potensi manusia yang cerdas Kepsek SMKN Manggalewa Drs. Suharyanto kepada wartawan mengatakan, akan menambah 1 potensi keahlian dari 300 san siswa, 29 orang PNS, 39 GTT, 12 orang PTT akan menjadikan sekolah andalan agrobisnis. Zun

SMKN 1 Kempo Canangkan Implementasi Kurikulum Berbasis Kelautan

Wabup beserta jajaran saat menghadiri temu wicara

Nganjuk-Cakrawalaonline,
Setelah meninjau lokasi ITD di kelurahan Jatirejo, pada hari Rabu, (10/07) Wakil Bupati menghadiri acara Temu Wicara yang diselenggarakan di balai Kelurahan Jatirejo bersama para kelompok tani yang berasal dari berbagai kelurahan di wilayah kabupaten Nganjuk.

Di acara tersebut Pemerintah Daerah beserta Dinas Pertanian mengajak para kelompok tani untuk meciptakan gerakan pertanian sehat dan tanaman sehat.

Namun menurut Wakil Bupati, pertanian yang sehat itu tidak harus sepenuhnya menggunakan pestisida organik, “Tetap boleh menggunakan pestisida kimia, akan tetapi sesuai takaran, jangan digelontor sembarangan” Ujarnya.

 “Kalau menggunakan pure pestisida organik biaya bisa lebih tinggi. Contohnya ada yang menggunakan tetes sebagai pupuk, itu pun tidak dilarang, tetapi harus hati-hati. Karena kalau berlebihan sewaktu tanah akan dilolah kembali, ditraktor, mesinnya bisa melompat-lompat akibat dari tanah yang mengeras, efek dari tetes tersebut,” lanjutnya.

Selain menyampaikan hal diatas, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjalankan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional. Dengan membeli produk-produk asal Nganjuk seperti beras, sayuran, dan buah-buahan. Ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian kabupaten Nganjuk. “Dari Nganjuk untuk Nganjuk,” Ujar Wakil Bupati Marhaen Jumadi.

Wakil Bupati selalu mengkampanyekan slogan Dari Nganjuk untuk Nganjuk dalam setiap kunjungan kerjanya.

Menurutnya, ini sesuai dengan cita-cita Bung karno yang mengedepankan ekonomi kerakyatan.

“Ini semua harus kita barengi agar tercipta orang-orang kecil yang sejahtera, petani tidak boleh besaing sendiri-sendiri. Contohnya seperti yang terjadi selama ini, beras Nganjuk tidak laku di Nganjuk karena banyak supplyer nakal. Ini tugas Dinas Sosial bersama Dinas Pertanian. Disaat seperti ini pemerintah harus hadir ditengah petani.”

Menurut Wakil Bupati sebenarnya saat ini sudah ada kemajuan dari para petani yang biasanya 2 kali panen, sekarang mampu 4 kali panen. “Di kabupaten Nganjuk, 31% PDRP itu dari pertanian, tapi kenapa beras raskin masih beli dari luar kota seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya?” lanjutnya.

Wakil Bupati juga memberikan wejangan kepada para lurah, “Esensi pertanian kota harus dimulai dari tanah kota melalui tanaman sehat, itu harus dibarengi dengan pembanungan insfrastruktur jalan kota yang harus bagus semuanya, karena kecamatan kota adalah jantungnya kabupaten.

 Seperti trotoar, alun-alun, taman kota bekas pasar Wage, supaya diperbaiki lagi. Intinya harus efektif penggunaan maupun pengelolaannya.

Sekarang yang sedang dikerjaan besar-besaran adalah mega proyek bendungan Semantok yang ada di kecamatan Rejoso, itu terbesar dan terpanjang se-Asia. Yang nantinya dijadikan destinasi wisata utama di kabupaten Nganjuk.”

Pada akhir acara diadakan sesi tanya jawab. Beberapa orang dari peserta yang hadir mengajukan pertanyaan.

 Wakil Bupati menyampaikan beberapa jawaban. Salah satunya bahwa menurutnya saat ini budaya gotong-royong sudah bergeser, “Jadi budaya itu harus digalakkan kembali sehingga usulan-usulan yang sifatnya bisa ditangani melalui swadaya, dana desa/kelurahan dan gotong-gotong royong bisa ditanggulangi sendiri.”

Untuk jalan tani, menurut asisten eknomi dan pertanian, Istanto, terkait dengan pertanyaan dari salah satu peserta, “Jalan sawah tidak perlu diaspal melainkan cukup dipaving saja. Karena dana APBD sangat kecil sekali maka jalan tani dihentikan untuk sementara sambil menunggu Perda yang baru.

Berikutnya yang minta saluran irigasi PPL supaya diundang untuk membantu pembuatan proposal irigasi terbuka atau irigasi tertutup. Untuk pengajuan proposal syaratnya sekarang harus mengetahui pihak desa atau kelurahan serta camat kemudian dinas pertanian.”

Begitu wakil bupati dan asisten ekonomi pertanian mengakhiri sesi tanya jawab dalam rangka Temu Wicara di Kelurahan Jatirejo Nganjuk. Tin

Temu Wicara, Wakil Bupati Nganjuk Membahas Pertanian Sehat

Wabup Marhaen Bersama Ketua Kelompok Tani Menur dan Lurah PLT Suryadi SH

IRIGIASI TANAH DANGKAL (ITD) YANG KINI SEDANG DIGALAKKAN OLEH KELURAHAN JATIREJO

Nganjuk-Cakrawalaonline,
Kelompok Tani Menur yang beberapa waktu lalu menjuarai tingkat kabupaten dari hasil tanam jagung unggulan, saat ini mereka telah berhasil pula membuat gebrakan baru yaitu sistem pengairan Irigasi Tanah Dangkal yang kemaren Rabu, (10/07) telah diresmikan oleh Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi.

Di dalam sistem pengairan ITD tersebut, air dipompa dari rumah pompa menggunakan mesin diesel yang berkekuatan 24 PK kemudian dialirkan melalui pipa tanam di bawah tanah menuju ke lahan-lahan pertanian hingga radius 5 hektar.

Hal ini dikarenakan wilayah Kelurahan Jatirejo termasuk wilayah sumber air tanah dangkal, sehingga meskipun pada musim kemarau wilayah ini tidak pernah kekurangan air.

Program ini tidak terlepas dari gagasan para anggota kelompok tani beserta Lurah Plt.Suryadi, S.H, beserta perangkat kelurahan.

Seperti yang disampaikan Wakil Bupati Marhaen Jumadi saat peresmian bahwa beliau sangat mendukung program Irigasi Tanah Dangkal.

"Dalam waktu dekat ini, Dinas Pertanian akan menambah bantuan mesin diesel 24 PK kepada Kelompok Tani Menur, agar bisa tercukupi kebutuhan air di wilayah tersebut yang memiliki lahan bengkok untuk diujicoba seluas 32 hektar," ucap Wakil Bupati melalui Kepala Dinas Pertanahan Yudi.

“Hal seperti ini bisa dicontoh oleh kelompok-kelompok tani lainnya dari wilayah lain seperti Kelurahan Ploso, Mangundikaran, Payaman, Ganung Kidul, dan sekitarnya” lanjutnya.


Disamping itu Kelompok Tani Menur selain mampu menciptakan inovasi ITD, mereka telah mampu membangun gedung pertemuan Kelompok Tani secara swadaya murni. Setelah meresmikan ITD, Ketua kelompok Tani Menur bernama Jiman mengajak Wakil Bupati Marhaen untuk meninjau aset gedung Kelompok Tani Menur tersebut.

Pada awalnya Kelompok Tani yang terdiri dari 34 anggota itu mengadakan iuran wajib setiap bulan secara sukarela. Dana dari hasil iuran yang terkumpul tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk simpan-pinjam.

Kemudian dari hasil simpan-pinjam Kelompok Tani Menur akan memiliki keuntungan kurang-lebih sebesar 145juta yang telah diwujudkan menjadi sebuah bangunan gedung pertemuan Kelompok Tani.

Selain sebagai tempat pertemuan para tani, gedung tersebut juga dapat digunakan oleh warga sekitar untuk digunakan sebagai tempat menggelar hajatan dan sebagainya. Tin

Inovasi Sistem Pengairan ITD di Kabupaten Nganjuk Yang Efektif


Sebuah kelurahan yang ingin maju dengan penuh gagasan serta ide-ide cemerlang.

Nganjuk-Cakrawalaonline,
Pada hari Rabu, (10/07) kelurahan Jatirejo, kecamatan Nganjuk kota, kabupaten Nganjuk, akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Nganjuk yaitu bupati Novi Rachmad Hidayat.

Kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan kerja bersama rombongan dari desa ke desa serta antar kelurahan.

Menurut lurah PLT Suryadi SH yang menjabat di kelurahan Jatirejo tersebut, kelurahannya sudah siap apabila dikunjungi bupati bersama rombongan sewaktu-waktu.

Karena menurutnya nantinya bupati dan rombongan akan meninjau para kelompok tani Menur yang beberapa waktu lalu telah berhasil meraih juara 1 tingkat kabupaten Nganjuk, yaitu penghasil tanaman jagung terbaik secara kualitas.

Disamping tanaman jagung, ada pula produk unggulan hasil gagasan inovatif dari seorang lurah bersama warga kelurahan Jatirejo.

 Produk unggulan yang sedang dipromosikan dan sedang berjalan untuk saat ini adalah sirup merk Miros yang artinya Minuman Rosela, yang terbuat dari bunga rosela yang mudah tumbuh dimana saja.

Untuk area pemasaran saat ini masih sebatas wilayah Nganjuk sekitarnya. Karena tanaman ini termasuk jenis tanaman obat, jadi aman dikonsumsi oleh masyarakat yang telah diakui oleh dinas kesehatan dan BPOM atau Badan Pengendalian Obat serta Makanan.

Selain rosela ada pula produk bawang merah goreng yang telah dikemas cantik, diolah oleh industri rumahan.

Di kelurahan Jatirejo memang ada dua industri rumahan yang cukup menonjol. Yang pertama industri bawang merah goreng. Yang kedua produk makanan ringan/camilan seperti kacang-kacangan, marning goreng yang terbuat dari jagung, keripik pisang, dan sebagainya.

Mengingat banyaknya produk-produk makanan ringan serta minuman herbal di kabupaten Nganjuk, sudah saatnya pemerintah daerah menjembatani untuk membuatkan rumah/pusat souvenir yang lokasinya mudah dijangkau, strategis dari tempat-tempat pariwisata yang ada di Nganjuk.

Juga tidak menutup kemungkinan ada sentra khusus buah-buahan hasil tanaman warga Nganjuk dan sekitarnya, begitu menurut pemikiran lurah Suryadi SH yang disampaikan kepada awak media.

Dalam waktu dekat sekitar tanggal 20 Juli 2019, kelurahan Jatirejo juga akan mengikuti lomba kompetensi berupa video kreatif yang diadakan oleh humas pemerintah daerah kabupaten nganjuk, diikuti oleh pemuda karang taruna, sekolahan, warga kelurahan atau staff kelurahan, berupa film pendek yang berdurasi kurang lebih 5 menit dikemas dalam bentuk video profil yang menceritakan potensi desa/kelurahan setempat.

 Hal ini disambut penuh antusias oleh masyarakat. Begitu keterangan lurah PLT Suryadi SH menutup pembicaraan dengan cakrawala online. Tin

Jatirejo Kelurahan Yang Penuh Inovasi


Grobogan-Cakrawalaonline, Peringatan Harganas dan HAN berlangsung pada Jumat (28/6). Hadir dalam acara tersebut adalah seluruh FKPD Kabupaten Grobogan,
Rustamadi BKKBN Provinsi Jawa-Tengah, Suparman DP3AKB Kabupaten Grobogan, Herina Dinas Pendidikan Provinsi Jawa-Tengah, Ketua TP PKK Provinsi Jawa-Tengah beserta 40 unit mobil MUPEN.

Kegiatan diisi dengan penyerahan bantuan sebanyak 98 PCS Seragam SD dan tas sekolah di desa Suwatu Kecamatan Gabus.

Peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP ,SMA Kabupaten Grobogan dan dari 6 Kabupaten/kota,Nasrum Nurul Indriyani Duta PUP, peserta 100 orang.

Selain penyerahan bantuan sebanyak 98 PCS Seragam SD dan tas sekolah, juga dilaksanakan Penyerahan sembakau bagi lansia sebanyak 35 paket,10 implan dan 3 IUD,

Hari itu juga dilaksanakan Seminar Ketahanan Keluarga, dilanjutkan Seminar Kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi di Hotel Kyriad Grand Master Jln.Gajahmada Purwodadi

Adapun pada siang harinya, setelah pelaksanaan Ibadah Sholat Jum'at diadakan pembukaan pameran Produk UPPKS di alun-alun Purwodadi yang diselenggarakan oleh BKKBN  Jateng dan DP3AKB Kab Grobogan sebanyak 75 Stand

Dan pada malam harinya diselenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman Sekda Grobogan yang dibuka oleh Bupati Grobogan dengan Dalang Ki Bayu Aji bertema "Lakon Kunthi Nugroho"

Dalam kesempatan tersebut Bupati Grobogan  menyampaikan, bahwa menuju Kabupaten Grobogan Hebat,  masyarakat yang sejahtera harus berakhlak mulia, masyarakat yang mulia harus dimulai dari keluarga yang berakhlak mulia, karena  didalamnya adalah anak-anak kita sebagai generasi muda penerus bangsa.

"Melalui momentum Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional mari kita jadikan untuk introspeksi dan mawas diri kita sebagai konsekwensi kita sebagai orang tua, karena anak-anak kita merupakan generasi yang akan datang memimpin tongkat estafet pemimpin bangsa. Maka dengan mempunyai anak yang berakhlakul karimah, cerdas, sehat akan mendukung keluarga yang sehat, keluarga yang sakinah, mawadah warahmah."
jelas Bupati. Ng

Bupati Grobogan Hadiri Peringatan HAN dan HARGANAS Tahun 2019


Grobogan -Cakrawalaonline,  Insiden kebakaran menimpa 5 rumah milik warga Kentengsari Kedungjati. Arya Bakja (16) salah satu korban jiwa yang ikut terbakar, Sabtu (22/6).

Menurut informasi di lapangan, korban sempat berteriak histeris saat api sudah membesar. Diduga tak sempat menyelamatkan diri korban turut hangus terbakar.

5 rumah yang terbakar yakni milik Pramudiyo Wuryadi(58), Pujio(43), Prayetnyo(45), Dedeh Kurniasih(50), dan Bili Olga(30). Kelimanya merupakan warga Kentengsari RT 02/RW 01 Kedungjati.

Total kerugian materi ditaksir mencapai Rp 320 juta. Api diduga berasal dari korsleting listrik.

Unit mobil damkar Gubug yang diluncurkan ke lokasi tak mampu memadamkan, hingga mendatangkan kembali armada dari induk BPBD Grobogan.

Api akhirnya dapat dipadamkan setelah melalap 5 rumah warga. "Kondisi korban mengalami luka bakar 100% dan korban sudah tidak bisa di kenali lagi," terang komandan regu Saifudin Bahri. Ng-Rub

Kedungjati Membara, 5 Rumah Jadi Arang 1 Nyawa Melayang


Pemalang - CakrawalaOnline, Kamis (20/6), pihak kecamatan Pemalang mengadakan acara bernuansa lebaran yang diberi judul: "Silaturahmi dan Halal Bi Halal".

Kegiatan tahunan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang, Martono, jajaran muspicam. Pemalang, para lurah dan kades se-kecamatan Pemalang, serta tamu undangan lainnya.

Ajang Silaturohim yang bertempat di pendopo kecamatan Pemalang itu, selain diawali dengan pembacaan ayat Al Qur'an , sambutan-sambutan, dan Tausiyah, juga pemberian santunan pada sejumlah anak yatim piatu.
"Jumlahnya 20 anak...," Jawab Waliyah(Kades.

 Lawangrejo) selaku ketua panitia saat ditanya cakrawalaonline mengenai jumlah anak yang menerima santunan yang diserahkan oleh Wabup. Martono.
Seusai acara, cakrawalaonline menemui Camat Pemalang untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

Dan Camat Pemalang, Suhirman menyatakan bahwa jumlah total anak yatim piatu di wilayah kerjanya yang telah disantuni pihaknya sebanyak 135 anak.
"yang 115 anak sudah diberikan pada waktu tarhim (tarawih dan silaturahim di bulan Romadhon lalu)... Ditambah tadi, Duapuluh anak, jadi totalnya 135 anak Yatim Piatu)...," Jelasnya.

Silaturohim dan Halal Bi Halal diakhiri dengan saling bersalaman sebagai tanda saling memaafkan di bulan Syawal. (Reporter: SSBL)

Camat Pemalang Telah Santuni 135 Anak Yatim Piatu...