Social Items


Sragen- Cakrawalaonline,Dalam rangka kepedulian sosial kepada masyarakat yang kekurangan air bersih, di saat kemarau panjang ini maka bantuan air bersih untuk warga desa sangat dibutuhkan.


Kali ini bantuan sumbangan air bersih berasal dari keluarga besar SD IT  Maarif NU Sumberlawang kepada masyarakat dukuh Slupit desa Kacangan kecamatan Sumberlawang.


Karena bantuan air tersebut sangat ditunggu masysarakat, maka warga Slupit tampak antusias dalam menerima bantuan tersebut. Wal/Muji

SD IT Maarif NU Sumberlawang Sumbang Air Bersih Untuk Warga Desa Kacangan


Grobogan - Cakrawalaonline,Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ( HUT TNI) yang ke-74 dan untuk mempererat hubungan sinergitas antara TNI/Polri serta Pemuda,  Kodim 0717/Purwodadi menggelar olah raga bersama bertempat di GOR Simpang Lima Purwodadi, Jumat (11/10).

Olahraga bersama kali ini melaksanakan tenis lapangan, diikuti puluhan anggota TNI/Polri dan instansi Pemda dengan antusias dan penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta berpasangan dengan Kasdim Mayor Inf Nehemia Urim Perdana melawan pasangan Kapolres Grobogan AKBP Choiron el Atiq dengan Wakapolres Kompol Dwi Hendro Pudiyanto.

Di sela-sela kegiatan Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta mengatakan, Kegiatan ini untuk merayakan HUT TNI ke 74 dan mempererat silaturahmi antara TNI/Polri dan Pemda di wilayah Grobogan serta sebagai sarana untuk menjalin kebersamaan dan kerja sama.

Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik sebagai sarana untuk membina hubungan komunikasi yang harmonis antara TNI/Polri dan Pemda.

“Saya harap melalui kegiatan olahraga bersama ini terus memperkokoh persatuan dan kesatuan serta sinergitas untuk saling mendukung tugas masing-masing Instansi khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat sebagai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya.

“Selain mempererat silaturahmi, olahraga bersama ini juga dapat menyehatkan dan menguatkan kita semua karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat,” jelasnya. Ng/Awg/Dim

Kodim Purwodadi Gelar Dandimcup II 2019


Dompu-Cakrawalaonline, Sejumlah 193 orang Kepala sekolah se-kabupaten Dompu ikut sosialisasi dalam rangka persiapan mengikuti penguatan di Mataram 27 oktober hingga 4 Nopember mendatang .

Kepala Dinas Dikpora Dompu H.Ihtiar SH, memaparkan bahwa kepala yang mengikuti Diklat sebuah kebijakan pemerintah melalui permen no 16 th 2018, juga mengatur cakep kepala sekolah di masa akan datang, selain itu sejumlah 193 orang ini mendapat rejeki .

H Ihtiar mengharapkan agar peserta Diklat mengikuti dengan tekun, jujur ,disiplin selama prosesi Diklat, untuk mencapai keberhasilan yang optimal demi terciptanya pendidikan yang religius, intergritas dan mandiri. Kadis Dikpora Dompu H.Ihtiara SH menjelaskan kasek yang menjelang pensiun Desember 2019 tidak di libatkan dalam prosesi Diklat penguatan Kepala Sekolah.

 Terkait dengan dana Diklat di limpahkan dana APBD , dan menurut rencana TK pertiwi akan di Negerikan untuk mengelola Dunia pendidikan yang signifikan umur 03_hingga 6 THN. Zun

Kadis Dinas Dikpora Dompu H Ihtiar SH Sosialisasikan Penguatan Kepala Sekolah



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Model jatilan dari desa Giriwungu sering menyabet juara. Karena jatilan ini menampilkan anak-anak muda yang lincah cantik dan bagus ganteng, sehingga digemari oleh penonton. Seperti belum lama ini dalam Lomba  padukuhan Pudak dilaksanakan hari Rabu Wage tanggal 07-08-2019. Acara ini dipusatkan di balai padukuhan Pudak desa Giriwungu kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul DIY.

Sebelumnya tim rombongan dari kecamatan berkeliling terjun ke wilayah RT yang ada di padukuhan Pudak. Mereka untuk meninjau langsung dan menilai segala potensi yang ada. Termasuk menilai bidang administrasi, potensi home industri, potensi seni atau kesenian, termasuk Jatilan dan Karawitan dan Panembromo serta bidang seni lainnya.

Selain itu rombongan Tim Penilai dari Kecamatan Panggang dipersilahkan mengunjungi bazar dan potensi home industri rumah tangga dan berbagai wilayah RT di padukuhan Pudak Giriwungu. Mereka meneliti dan memberi potensi sejauh mana nilai dalam perkembangan pembangunan di wilayah padukuhan Pudak.

Acara ini juga dimeriahkan oleh kesenian karawitan dari grup Karawitan Ungu Krido Laras. Juga dimeriahkan dengan rombongan seni Gejok Lesung Dewi Sri dusun Pudak yang dibawakan oleh anak-anak SD yang kecil-kecil. Tetapi justru hal ini membuat trenyuh para rombongan tim penilai.

Juga ditampilkan kelompok Seni Panembromo dari ibu-ibu PKK dusun di Padukuhan Pudak. Dan juga dimeriahkan oleh Paguyuban Karawitan Ungu Mudo Laras yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar di padukuhan Pudak.

Penampilan lebih memuaskan karena pembawa acara atau yang jadi MC adalah anak muda yang cantik dan menawan, yaitu Adhelia Rahmawati. Juga didukung Kelompok Dagelan Satrio Mudho yang dulu pernah Juara Pertama tingkat kecamatan Panggang.

Juga ditampilkan rombongan seni Jathilan yang cukup membuat puas penonton dan rombongan tim penilai kecamatan. Jathilan yang dibawakan anak muda dan cantik-cantik ini membuat kesan tersendiri bagi tim penilai. Joget dari Jathilan mirip seni Angguk ini mampu menyedot pemirsa di kalangan anak muda dan semua golongan umur.

Jathilan di padukuhan Pudak membuat puas rombongan tim penilai. Terbukti rombongan tim penilai yang diwakili oleh pejabat tingkat kecamatan yang dinamakan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) ini berfoto bareng pemain Jathilan atau Angguk Giriwungu ini.

“Alkhamdulilah lomba padukuhan Pudak tertip dan lancar. Sehingga tidak mengecewakan warga masyarakat. Kedepan tetap dilaksanakan pembinaan kepada peserta Gejok Lesung anak-anak SD. Karena ini merupakan aset yang harus dibina untuk tradisi dan seni. (Sab)

Model Jatilan dari Desa Giriwungu



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Ruang pelayanan desa Giriharjo kecamatan Panggang dilengkapi sebuah perpustakaan desa. Hal ini menurut sekretaris desa Giriharjo akan menambah suasana yang lebih meriah dan serius untuk diperhatikan semua tamu yang datang.

Muharyanto mengemas hal itu agar perpustakaan yang selama ini kurang diperhatikan oleh waraga masyarakat agar menyentuh hati pemirsa. Sehingga ruang pelayanan kantor desa Giriharjo dilengkapi ruang duduk, bermacam-macam buku untuk dibaca bersama tempat duduk dan meja dilengkapi minum dan makanan kecil (kalau pas ada).

Muharyanto dan semua perangkat desa Giriharjo berharap agar perpustakaan desa itu menjadi harapan besar bagi warga masyarakat. Ternyata dengan susunan atau kemasan perpustakaan seperti itu dapat menambah perhatian semua pihak yang hadir di dalam ruang pelayanan desa Giriharjo.

Dari sekian banyak buku yang disediakan sering dilihat dan dibaca oleh para tamu yang hadir di ruang pelayanan. Sehingga menambah semangat bagi pengelola perpustakaan itu, setidaknya perpustakaan itu diperhatikan dan dihayati kegunaannya oleh masyarakat yang melihat dan hadir di desa Giriharjo.

Muharyanto pernah mengungkapkan bahwa buku perpustakaan itu bila ditaruh di tempat yang agak minggir mungkin diabaikan oleh pemirsa atau warga dan tamu yang datang. Sehingga buku dan segala fasilitas yang ada diruang tamu atau ruang pelayanan itu perlu perhatian khusus dari semua pihak.

Muharyanto menceritakan dulu buku pernah ditaruh di dalam, artinya di ruang yang jarang dijangkau oleh orang. Buku tersebut kurang diperhatikan oleh orang itu juga. Sehingga buku perpustakaan itu akhirnya ditaruh di ruang pelayanan desa Giriharjo.

Harapannya buku itu digunakan oleh masyarakat desa Giriharjo, akhirnya hingga kini buku tersebut selalu dilihat, dibaca dan dipinjam lalu dibawa pulang oleh mereka yang membutuhkan dan ingin mengetahui perkembangan ilmu dan pengetahuan dengan cara gratis.

Banyak juga yang mengabaikan perpustakaan karena sudah ada HP Android. Kata mereka apa saja bisa dicari dalam HP Android itu, tetapi itu kan menggunakan biaya yang banyak. Karena menggunakan biaya banyak sehingga buku perpustakaan akhirnya dibutuhkan oleh masyarakat yang dinamis dan ingin pandai atau berilmu. (Sab)

Ruang Pelayanan Desa Dilengkapi Perpustakaan



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Dalam kirap budaya Sedekah Bumi atau rasulan padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari Gunungan yang merupakan hasil bumi warga masyarakat Gebang sebagai sumber kemakmuran.

Dibawakan oleh Penyaji sedekah bumi dari padukuhan Gebang seperti bintang film. Karena dandanannya atau kostumnya nampak cantik, secantik bintang film. Padahal mereka itu orang desa di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari Gunungkidul.

Itulah yang terjadi dalam acara rasulan atau sedekah bumi di padukuhan Gebang desa Kanigoro berlangsung hari Rabu Pahing tanggal 9 Oktober 2019. Acara ini berlangsung sukses tanpa ada halangan suatu apapun. Demikian menurut Suroso kepala desa Kanigoro kepada wartawan.

Rasulan atau Sedekah Bumi padukuhan Gebang desa Kanigoro. Menurut kades Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta, para penyaji itu bila turut juga njatil akan mirip seperti Anggok yang ada di DIY.

Anggok itu sebuah jatilan yang dimainkan oleh cowok dan cewek muda dan cantik, yang selama ini tersohor di kabupaten Kulonprogo. Angguk Sri Panglaras mirip juga dengan kesenian yang ada di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari.

Dibeberkan kepada Sabar Kepala Biro DIY dan juga wartawan Cakrawala Online Purwodadi untuk wilayah DIY atau Perwakilan DIY. Dijelaskan bahwa acara itu bermaksud ngleluri seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita terdahulu.

Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT atas hasil panen kemarin bagi para petani dan menyambut musim tanam di musim hujan yang akan datang.

Juga atas ungkapan rasa syukur karena warga padukuhan Gebang yang setiap tahun diberi rejeki oleh Alloh. Sehingga dengan acara rasul atau sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam kesempatan itu digelar beberapa kesenian, diantaranya Reyog, Drum Band, dan Tari. Acara dilanjut dalam acara puncak yaitu malam Kamis Pon tanggal 9 menjelang tanggal 10 digelar Wayang Kulit.

Acara Jawa berupa Wayang Kulit ini dengan menampilkan Ki Dalang Kuat  Hadi Samono merupakan dalang kondang dari desa Kanigoro dan dimeriahkan juga dengan Bintang Tamu bapak Waluyo dan Bu Suwin.

Diharapkan bahwa acara tersebut di atas kedepan tetap dilestarikan oleh generasi muda. Hal itu dimaksudkan agar para generasi mendatang lebih mengerti dan menghargai seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita. (Sab)

Gunungan Merupakan Sumber Kemakmuran



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Penyaji sedekah bumi dari padukuhan Gebang seperti bintang film. Karena dandanannya atau kostumnya nampak cantik, secantik bintang film. Padahal mereka itu orang desa di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari Gunungkidul.

Itulah yang terjadi dalam acara rasulan atau sedekah bumi di padukuhan Gebang desa Kanigoro berlangsung hari Rabu Pahing tanggal 9 Oktober 2019. Acara ini berlangsung sukses tanpa ada halangan suatu apapun.

Demikian dibeberkan Parmono kepala tata usaha dan umum desas Kanigoro kepada wartawan yang meliput acara Rasulan atau Sedekah Bumi padukuhan Gebang desa Kanigoro. Menurutnya selaku kepala seksi pelayanan Kantor Desa Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta, para penyaji itu bila turut juga njatil akan seperti Anggok.

Anggok itu sebuah jatilan yang dimainkan oleh cowok dan cewek muda dan cantik, yang selama ini tersohor di kabupaten Kulonprogo. Angguk Sri Panglaras mirip juga dengan kesenian yang ada di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari.

Dibeberkan kepada Sabar Kepala Biro DIY dan juga wartawan Cakrawala Online Purwodadi untuk wilayah DIY atau Perwakilan DIY. Dijelaskan bahwa acara itu bermaksud ngleluri seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita terdahulu.

Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT atas hasil panen kemarin bagi para petani dan menyambut musim tanam di musim hujan yang akan datang. Juga atas ungkapan rasa syukur karena warga padukuhan Gebang yang setiap tahun diberi rejeki oleh Alloh. Sehingga dengan acara rasul atau sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam kesempatan itu digelar beberapa kesenian, diantaranya Reyog, Drum Band, dan Tari. Acara dilanjut dalam acara puncak yaitu malam Kamis Pon tanggal 9 menjelang tanggal 10 digelar Wayang Kulit.

Acara Jawa berupa Wayang Kulit ini dengan menampilkan Ki Dalang Kuat  Hadi Samono merupakan dalang kondang dari desa Kanigoro dan dimeriahkan juga dengan Bintang Tamu bapak Waluyo dan Bu Suwin.

Diharapkan bahwa acara tersebut di atas kedepan tetap dilestarikan oleh generasi muda. Hal itu dimaksudkan agar para generasi mendatang lebih mengerti dan menghargai seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita. (Sab)

Sedekah Bumi Padukuhan Gebang Kamis Pahing


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Sedekah bumi atau rasulan di padukuhan Gebang desa Kanigoro perlu diwarisi atau diteruskan oleh generasi muda atau generasi mendatang. Karena acara tersebut merupakan warisan nenek moyang kita terdahulu yang sudah tidak ada. Juga sedekah bumi merupakan ungkapan rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menikmati hasil bumi setelah panen dan menjelang musim tanam.
                                     
Bersama Penyaji sedekah bumi dari padukuhan Gebang seperti bintang film. Karena dandanannya atau kostumnya nampak cantik, secantik bintang film. Padahal mereka itu orang desa di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari Gunungkidul.

Itulah yang terjadi dalam acara rasulan atau sedekah bumi di padukuhan Gebang desa Kanigoro berlangsung hari Rabu Pahing tanggal 9 Oktober 2019. Acara ini berlangsung sukses tanpa ada halangan suatu apapun.

Demikian menurut Ngatijo kepala seksi pelayanan desa Kanigoro kepada wartawan yang meliput acara Rasulan atau Sedekah Bumi padukuhan Gebang desa Kanigoro. Menurutnya selaku kepala seksi pelayanan Kantor Desa Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara juga dimeriahkan jatilan dimainkan oleh cowok dan cewek muda dan cantik, yang selama ini tersohor di kabupaten Kulonprogo. Angguk Sri Panglaras mirip juga dengan kesenian yang ada di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari.

Dibeberkan kepada Sabar Kepala Biro DIY dan juga wartawan Cakrawala Online Purwodadi untuk wilayah DIY atau Perwakilan DIY. Dijelaskan bahwa acara itu bermaksud ngleluri seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita terdahulu.

Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT atas hasil panen kemarin bagi para petani dan menyambut musim tanam di musim hujan yang akan datang. Juga atas ungkapan rasa syukur karena warga padukuhan Gebang yang setiap tahun diberi rejeki oleh Alloh. Sehingga dengan acara rasul atau sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam kesempatan itu digelar beberapa kesenian, diantaranya Reyog, Drum Band, dan Tari. Acara dilanjut dalam acara puncak yaitu malam Kamis Pon tanggal 9 menjelang tanggal 10 digelar Wayang Kulit.

Acara Jawa berupa Wayang Kulit ini dengan menampilkan Ki Dalang Kuat  Hadi Samono merupakan dalang kondang dari desa Kanigoro dan dimeriahkan juga dengan Bintang Tamu bapak Waluyo dan Bu Suwin.

Diharapkan bahwa acara tersebut di atas kedepan tetap dilestarikan oleh generasi muda. Hal itu dimaksudkan agar para generasi mendatang lebih mengerti dan menghargai seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita. (Sab

Sedekah Bumi Padukuhan Gebang Perlu Diwarisi


Banten,  Menkopolhukam Wiranto diserang oleh pasangan suami istri di Pandeglang cukup mengagetkan masyarakat tanah air. Siapa sebenarnya pelaku penusukan tersebut. Pelaku adalah Abu Rara (51).

Abu Rara atau SA kelahiran Medan tahun 1968.  Abu Rara dikenal pintar dan cerdas. Dia menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum di salah satu universitas ternama di Sumatera Utara.

Kala itu, SA dan keluarganya tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Saat usianya 27 tahun, SA menikah dengan istrinya yang pertama yakni Netty pada tahun 1995. Sayangnya pernikahan tersebut hanya bertahan 3 tahun.

Mereka bercerai.

Hal tersebut membuat SA frustasi dan mengkonsumsi narkoba jenis pik kurtak. Dia juga sering ikut judi togel.

"Sampai hitam keningnya disundutnya dengan api rokok setelah makan 12 butir kurtak. Itu di depanku," cerita Alex (39), sahabat SA di Medan.

Berangkat ke Malaysia

Setelah bercerai denga istri pertamanya, SA berangkat ke Malaysia. Sang sahabat, Alex, saat itu hanya mengetahui bahwa teman baiknya itu jalan-jalan di Malaysia.

Lima bulan di Negeri Jiran, SA kembali dengan penampilan yang berbeda seperti menggunakan peci dan lebih agamis.

SA disebut juga rajin ke musala untuk mengisi pengajian. Namun SA menarik diri karena ceramah yang disampaikan tidak disukai warga.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya SA membuka depot air hingga rental PlayStation.

Namun semua bisnisnya gagal. Ia pun bekerja serabutan.

Ditahan karena larikan anak gadis orang
Sekitar tahun 2000-an, SA menikah untuk kedua kali dengan Yuni dan dikarunia dua anak perempuan.

Namun pernikahan tersebut tidak disetujui oleh orangtuan Yuni. SA dilaporkan polisi karena membawa anak gadis orang.

SA dipenjara selama tiga bulan dan Yuni diambil paksa oleh orangtuanya saat anak keduanya masih berumur 10 hari.

"Orangtua Yuni kan tak setuju dengan hubungan mereka. Keluarga Yuni berontak. Diambil lah Yuni sama orangtuanya, dikasuskan dia sama orangtuanya karena melarikan orang. Dipolisikan," kata Alex.

Dua sahabat karib tersebut kembali bertemu pada tahun 2013.

Kepada Alex, SA juga bercerita proyek yang ia garap di Sulawesi Selatan batal.

PAdahal menurut SA, keuntungan proyek tersebut rencananya akan digunakan untuk pergi ke Suriah.

"Kalau itu jadi, nanti akan digunakannya untuk pergi ke Suriah. Kalau saya, jihad itu ya untuk keluarga," kata Alex menirukan omongan sahabatnya.

Kepada Kompas.com, Kamis (10/10) Alex bercerita terakhir kali bertemu dengan SA dan keluarganya pada tahun 2015.

"Sampai akhirnya dia meninggalkan rumah itu. Tak tahu kemana. Sampai akhirnya sekarang. Tak tahu aku sampe segini. Berarti tekat dia sudah bulat. Gemblung," katanya.


Rumput dan pohon jambu yang berbuah
SA sempat kembali dan tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli pada tahun 2015 lalu selama dua bulan.

Ia tinggal dengan istrinya yang bercadar bersama dua anak perempuan dan dua anak lelaki.

Dua tahun lalu, rumah tersebut digusur untuk pembangunan jalan tol Tanjung Mulia-Helvetia

"Itu lah sejak digusur ya pergi mereka semua. Tak tahu lah kemana. Katanya ke Jawa. Sekarang ya kek gitu lah bekas rumahnya," kata Silfi, tetangga SA di Medan.

Saat ini lokasi bekas rumah SA hanya tersisa rumput dan pohon jambu yang berbuah. Semuanya kini telah berubah. Tar- Sumber: Kompas com

Abu Rara Si Penusuk Wiranto, Siapa Dia Sebenarnya...


Grobogan –Cakrawalaonline, Jajaran Reskrim Unit Polsek Gubug berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian hasil sepeda motor (Curanmor), di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, pada Kamis (9/10).

Dari informasi yang di himpun menyebutkan pada hari Minggu (6/10) sekira pukul 07.00 WIB korban yakni Agus (53) warga Desa Kemiri RT. 5/2 Kecamatan  Gubug, berangkat ke sawah dan memarkirkan motornya di tanggul atau Setren.

Namun sekira pukul 13.00 WIB korban teringat kalau kunci kontak motornya masih tergantung dilubang kunci kontak sehingga korban langsung mengecek motornya dan ternyata sudah tidak ada ditempatnya.

Korban berusaha mencari namun tidak ketemu dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gubug.

Terpisah Kapolsek Gubug AKP Sunaryo melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suharto membenarkan kejadian tersebut dan korban menderita kerugian kurang lebih Rp 5 jutaan.

“Dari kejadian itu kami mengamankan pelaku curanmor yang masih di bawah umur yakni AR (14) warga Desa Kemiri, RT. 5/4, Kecamatan Gubug, beserta barang buktinya berupa 1 motor Yamaha Vega R warna hitam ber Nopol. K 4150 SF, 1 pasang TNKB ber Nopol. K 4150 SF, dan 1 lembar STNK Yamaha Vega R warna hitam berNopol. K 4150 SF,” terangnya.

Masih menurutnya bahwa pihaknya berhasil mengungkap kasus curanmor tersebut, pada hari Rabu (9/10)  sekira pukul 12.00 WIB, ketika kami mendapat informasi dari salah seorang saksi yakni Suwondo (44) warga Desa Kemiri, RT. 5/4 Kecamatan Gubug, bahwa pelaku membawa sepeda motor yang ciri-cirinya mirip dengan sepeda motor milik korban namun sudah dirubah bentuk.

Kemudian kami meminta saksi untuk pura-pura meminjam motor dari pelaku, setelah berhasil meminjam, kemudian saksi menunjukkan kepada kami dan korban. Setelah dicocokkan Noka dan Nosin dengan STNK milik korban ternyata cocok. Selanjutnya kami melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan ke Polsek Gubug.

“Dari keterangan pelaku mengakui perbuatannya mengambil motor tersebut dengan tujuan untuk dimiliki sendiri dan akan digunakan sendiri,” ungkapnya. Wn-Awg

Bocah Bawah Umur Nyuri Motor Di Gubug Berhasil Diringkus Polisi


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Penyaji sedekah bumi dari padukuhan Gebang seperti bintang film. Karena dandanannya atau kostumnya nampak cantik, secantik bintang film. Padahal mereka itu orang desa di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari Gunungkidul.

Itulah yang terjadi dalam acara rasulan atau sedekah bumi di padukuhan Gebang desa Kanigoro berlangsung hari Rabu Pahing tanggal 9 Oktober 2019. Acara ini berlangsung sukses tanpa ada halangan suatu apapun.

Demikian dibeberkan kepada wartawan yang meliput acara Rasulan atau Sedekah Bumi padukuhan Gebang desa Kanigoro. Menurut Ngatijo selaku kepala seksi pelayanan Kantor Desa Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta, para penyaji itu bila turut juga njatil akan seperti Anggok.

Anggok itu sebuah jatilan yang dimainkan oleh cowok dan cewek muda dan cantik, yang selama ini tersohor di kabupaten Kulonprogo. Angguk Sri Panglaras mirip juga dengan kesenian yang ada di padukuhan Gebang desa Kanigoro kecamatan Saptosari.

Dibeberkan kepada Sabar Kepala Biro DIY dan juga wartawan Cakrawala Online Purwodadi untuk wilayah DIY atau Perwakilan DIY. Dijelaskan bahwa acara itu bermaksud ngleluri seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita terdahulu.

Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT atas hasil panen kemarin bagi para petani dan menyambut musim tanam di musim hujan yang akan datang.

Juga atas ungkapan rasa syukur karena warga padukuhan Gebang yang setiap tahun diberi rejeki oleh Alloh. Sehingga dengan acara rasul atau sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam kesempatan itu digelar beberapa kesenian, diantaranya Reyog, Drum Band, dan Tari. Acara dilanjut dalam acara puncak yaitu malam Kamis Pon tanggal 9 menjelang tanggal 10 digelar Wayang Kulit.

Acara Jawa berupa Wayang Kulit ini dengan menampilkan Ki Dalang Kuat  Hadi Samono merupakan dalang kondang dari desa Kanigoro dan dimeriahkan juga dengan Bintang Tamu bapak Waluyo dan Bu Suwin.

Diharapkan bahwa acara tersebut di atas kedepan tetap dilestarikan oleh generasi muda. Hal itu dimaksudkan agar para generasi mendatang lebih mengerti dan menghargai seni dan budaya tinggalan nenek moyang kita. (Sab)

Penyaji Sedekah Bumi Padukuhan Gebang


Grobogan -Cakrawalaonline, Setelah geger penemuan janin di sekitar bangunan Candi Rasa yang berada di sebelah barat Candi Joglo Purwodadi, di Desa Krangganharjo Kecamatan Toroh, Tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak cepat melakukan olah TKP di lokasi, Rabu (9/10).

Olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Grobogan di dapat keterangan bahwa panjang janin 2,5 centimeter.

Sementara itu Kapolsek Toroh AKP Sucipto menerangkan bahwa hasil dari pemeriksaan dari dokter RSUD Purwodadi bahwa janin itu bukan janin manusia, dimungkinkan itu organ binatang, tapi belum tahu itu binatang apa.

"Itu bukan janin manusia, kemungkinan organ binatang, tapi tidak tahu bintang apa itu," pungkasnya. Ng-Awg

Janin Di Dekat Candi Joglo Ternyata Bukan Janin Manusia. Lalu Janin Apa?


Grobogan -Cakrawalaonline, Warga sekitar Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh mendadak gaduh dengan adanya penemuan janin yang diperkirakan berumur 4 bulanan.

Temuan janin yang belum sempurna tersebut ditemukan di sekitar bangunan Candi Rasa yang berada di sebelah barat Candi Joglo Purwodadi, Rabu (9/10).

Pertama kali janin itu di temukan langsung oleh Muhadi selaku pengelola tempat wisata Candi Joglo yang saat itu tengah ikut membersihkan lokasi Candi Rasa bersama pekerja lainnya.

"Janin itu saya temukan tepatnya berada di bawah patung Buto," tuturnya.

Sementara itu temuan janin yang membuat geger warga setempat di laporkan ke Polsek Toroh, sehingga sesaat kemudian sejumlah anggota Polsek  dan anggota Koramil Toroh tiba di lokasi guna melakukan pemeriksaan

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat maupun dari Bidan Desa. Wn'Awg

Siapa Tega Buang Calon Bayi? Janin Usia 4 Bulan Ditemukan Di Dekat Candi Joglo


Grobogan -Cakrawalaonline, Lagi – lagi kebakaran terjadi.Kali ini terjadi di dusun Bantengmati rt.05 rw.04 desa Karanganyar kecamatan Purwodadi kab.Grobogan pada Senin ( 06/10 ).

Siang itu sekira pukul 12.50 wib hari Minggu,06 Oktober 2019 terjadi kebakaran yang melalap rumah Masrokan ( 46 ) serta tiga ekor sapi miliknya yang mana dua ekor mengalami luka bakar sedangkan yang satu ekor mati terpanggang.

“Menurut Warsito ketua rt.05/04, peristiwa diduga berasal dari tungku pawon yang pada saat itu sedang di gunakan untuk memasak air lalu di tinggal keluar rumah,api menyambar tumpukan jerami yang ada di dalam rumah.Lalu dengan cepat api membesar dan membakar rumah “.Jelasnya.


” Api cepat sekali membesar dan saya beserta warga yang lain berusaha memadamnkan dengan alat seadanya dan kami hanya bisa menyelamatkan dua ekor sapi, sedangkan yang satu sudah hangus terbakar” tambahnya.

Damkar Pos Induk di bawah Danru Heri Agus langsung menuju lokasi TKK dan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan kerugian di perkirakan mencapai 50 juta rupiah. Ng-Rif

Jago Merah Lalap Rumah Di Purwodadi 3 Ekor Sapi Ikut Terbakar


Pemalang - Cakrawalaonline, Dalam acara Silaturahmi Bupati Pemalang dan Forkomimda dengan Jamaah Haji Tahun 2019 Selasa (8/10), yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, terungkap sebanyak 4 orang haji telah meninggal dan Satu orang haji masih dirawat.

"Dua jamaah atas nama bapak Romawi bin Madri, kloter 51, dan ibu Afiyah, kloter 50, meninggal di tanah suci(Mekkah)...," Ungkap M Arifin, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada sambutannya.

Dan seorang perwakilan jamaah haji, Siswanto, dalam uraiannya menambahkan bahwa ada Dua lagi jamaah yang meninggal.

"Dua orang jamaah haji meninggal setelah pulang di Pemalang dan Satu orang jamaah masih dirawat di rumah sakit di Mekkah karena Stroke...," Imbuhnya.

Bupati pun mengucapkan turut berbela sungkawa atas wafatnya ke-Empat orang haji tersebut.

"Dan semoga yang sedang sakit diberi kesembuhan sehingga bisa kembali ke Pemalang dengan selamat...," Ucapnya.

Pada kesempatan itu, bupati Junaedi juga mendoakan pada para jamaah haji asal Pemalang yang berjumlah 612 (data awal).

"Semoga semua menjadi hajinya Mabrur...," Ujarnya yang diamini oleh para jamaah haji.

Sebagai tambahan Informasi, acara Silaturohim ini dihadiri oleh jajaran Forkomimda, diantaranya: Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Agus Sukoco, Kapolres. Pemalang, AKBP. Kristanto Yoga Darmawan, dan juga beberapa kepala OPD serta undangan lainnya.

Dalam pertemuan, dibagikan pula secara simbolis, Kartu Tanda Anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia(KTA IPHI), yang diserahkan oleh bupati Pemalang pada Dua orang perwakilan jamaah haji.
(Reporter: SSBL)

4 Orang Haji Meninggal dan Satu Orang Masih Dirawat...