Social Items


Grobogan - Cakrawalaonline, Desa Tambak selo kecamatan Wirosari kabupaten Grobogan dalam kepemimpinan Sareh Joko Prasetyo selaku kepala desa dinilai oleh banyak pihak telah sukses membawa perubahan positip kearah jenjang yang lebih baik dan maju.

Bahkan sosok kades ini di kenal sebagai orang yang sederhana, namun rela berkorban  dan bertanggung jawab dalam mengemban tugas sebagai kepala desa, oleh kalangan masyarakatnya.

Karena semua kinerja yang baik Sareh dipercaya masyarakat untuk memimpin lagi jadi kepala desa pada periode 2018 - 2023.

Dalam memimpin desa, serangkaian kegiatan Desa selalu dijalankan sesuai dengan peraturan perundangan Perbup, juklak dan juknis yang dikeluarkan.

Dalam dialog singkat dengan wartawan saat kegiatan sosialisasi di kantor kecamatan wirosari beliau memapar kan bahwa penggunaan anggaran aana Desa yang bersumber baik dari APBD maupun APBN untuk sementara difokuskan untuk infrastruktur.

Dalam melaksanakan kinerja nya beliau tetap berpedoman teguh UU pemerintah serta berprinsip bahwa seorang Kades harus bisa menyadari karena sebagai penanggung jawab anggaran adalah bukan perkara mudah apalagi sekarang pemerintah makin gercar dalam bidang pengawasan jadi kepala desa jangan sampai macam-macam dalam mengelola keuangan desa. dalam menggunakan anggaran harus efesien dan berpotensi baik di berbagai sektor dan bidang supaya tertata dengan rapi  sesuai dengan visi dan misi "tegas Sareh,

Salah satu warga desa Tambakselo menambahkan "Sareh Kepala desa; memang Kades yang baik, dia tidak pernah bertindak yang bikin kecewa masyarakat, hobi Kades saya itu beda sama yang lain dia sangat gemar dengan benda-benda pusaka bukan gemar korupsi' " ucapnya. Ng

Kesederhanaan Kades Tambakselo Yang Membawa Kemajuan Desanya


Pemalang - Cakrawalaonline, Rabu(20/3) di depan kantor Bupati Pemalang, Ratusan Pendemo bentrok dengan Polisi.
Mereka semakin berani melawan polisi yang menghadangnya.

Para pendemo berteriak-teriak sambil melempari jeruk busuk ke arah brigade polisi.

Untuk meredam aksi anarkis tersebut, segala upaya dilakukan oleh pihak kepolisian, namun massa tetap melawan.

Agar pendemo mundur, aparat kepolisian mengerahkan anggotanya seperti pasukan anti huru hara, tim buser bersepeda motor, mobil Water Canon, dan tim K-9(anjing).
Karena pengunjuk rasa makin beringas, semua pasukan polisi bergerak maju.
Dan akhirnya massa berhasil dibubarkan.

Itulah sekilas gambaran jalannya simulasi Sispamkota yang diselenggarakan oleh pihak Polres. Pemalang dalam rangka upaya antipasi jika terjadi demo ketidakpuasan terhadap hasil pemilu khususnya Pilpres. 2019 mendatang.

Acara yang bertajuk "Gladi Sispamkota. Polres. Pemalang" ini disaksikan langsung Kapolres. Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan dan dihadiri oleh Sekda. Pemalang, Budhi Raharjo(mewakili Bupati Pemalang), Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, jajaran Forkominda, sejumlah kepala OPD, camat dan tamu undangan lainnya serta melibatkan seluruh komponen dari Polres. Pemalang dan Instansi terkait.

Seusai tampilan simulasi Sispamkota, dilanjutkan dengan Apel Siaga yang dipimpin oleh Sekda. Pemalang, Budhi Raharjo.
Dalam amanatnya, Sekda berharap pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari itu berjalang dengan aman, lancar, dan damai.

"Mudah-mudahan tidak terjadi aksi demo seperti tadi dalam simulasi Sispamkota...," Ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama. (Reporter:SSBL)

Pendemo Bentrok Dengan Polisi... Ternyata...


Pemalang - Cakrawalaonline, Selasa(19/3), bertempat di Pendopo Kabupaten Pemalang, Bappeda. setempat menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 dalam rangka menyusun RKPD Kabupaten Pemalang tahun 2020.

Adapun tema Musrenbang kali ini yakni: "Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dan Budaya Asli Berdasarkan Potensi Unggulan Daerah Menuju Pemalang yang Berjati diri".

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pemalang, H. Martono mewakili Bupati Pemalang, H. Djunaedi yang tidak hadir, Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, KRT.HM. Agus Sukoco Hadi Nagoro, Para Kepala OPD, Camat Se-Kabupaten Pemalang, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pemalang, dan tamu undangan lainnya.

Dalam teks sambutannya yang dibacakan oleh Wabup. Martono mengatakan bahwa dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Pemalang tahun 2020, diperlukan koordinasi antar Instansi pemerintah dan Partisipasi seluruh pelaku pembangunan melalui suatu Forum yang disebut Musrenbang.

"Diharapkan dalam Musrenbang, dicapai suatu kesepakatan antar pelaku pembangunan tentang RKPD Kabupaten Pemalang tahun 2020...," Ujar bupati dalam teks.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Agus Sukoco, menjelaskan mengenai Permendagri. Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah.

"Pada Pasal 78 Ayat 2 menyebutkan bahwa dalam penyusunan rancangan awal RKPD, DPRD memberikan saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan hasil Reses(Penjaringan Aspirasi masyarakat)...," Ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD juga memberi masukan supaya target pembangunan yang direncanakan dalam RKPD Kabupaten Pemalang tahun 29dapat tercapai.

"Diperlukan Fokus yang Jelas, Terarah, dan Terukur...," Imbuhnya.
(Reporter:SSBL).

Bappeda Pemalang Gelar Musrenbang...


Grobogan- Cakrawalaonline, Tidak ada kata berat, letih dan lelah dalam pelaksanaan TNI Manunggal Memmbangun Desa (TMMD) sengkuyung tahap I tahun 2019,  Kodim 0717/Purwodadi yang laksanakan di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Selasa (19/3).

Barat sama dipikul ringan sama dijinjing, itulah yang dilaksanakan TNI anggota Koramil 0717/09 Gundih bersamam masyarakat untuk menyelasikan sasaran TMMD diantaranya adalam pengecoran jalan rabat beton, rehab pos kamling, jambanisasi dan rehab mushola, menghasilkan jiwa kebersamaan dan kekluargaan yang sangat erat diantara TNI dan rakyat.

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta ditempat terpisah mengatakan, “Suatu pekerjaan akan lebih baik bila dilaksanakan secara bergotong royong, seperti yang dilaksanakan anggotanya bersama masyarakat dalam pelaksanaan TMMD di Desa Asemrudung, karena TMMD merupakan Operasi Bakti TNI, yang merupakan program terpadu tidak hanya membangun infrastruktur (fisik), akan tetapi juga membangun aspek sosial, kesehatan dan mempererat persaudaraan antar sesama (non fisik) agar kehidupan masyarakat lebih baik,” tutur Dandim.

“Semangat gotong royong hendaknya terus dilestarikan sebagia warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini, agar masyarakat tidak mudah dipecah belah oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” punkas Dandim.

Kepala Dusun Asemrudung Martono merasa senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada TNI Kodim 0717/Purwodadi dan jajaranya yang telah mengalokasikan program TMMD di desanya.

“Kegiatan TMMD ini bukan hanya domain TNI saja, akan tetapi kegitan lintas sektoral yang melibatkan beberapa instasi pemerintahan, bersama masyarakat secara sinergi dan berkesinambungan untuk membangun daerah pedesaan,” ujarnya.

Masyarakat Desa Asemrudung akan selalu mendukung program-program TNI demi mensejahterakan masyarakat di pedesaan agar tidak terisolir, sehingga bisa hidup lebih maju  dengan adanya pemerataan pembangunan.

“Masyrakat apabila terus bekerjasama dengan TNI tidak ada kata tidak bisa, semua permasalahkan pasti akan bisa dicarikan solusi penyelesain, seperti halya yang dilakukan warganya untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan Desa Asemrudung yang bahu membahu bersama TNI, berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” pungkas Martono. Ng-Pendim

Berat Sama Dipikul Ringan Sama Dijinjing


Pemalang - Cakrawalaonline, Senin (18/3), Bertempat di halaman depan Mapolres. Pemalang, Kapolres. Pemalang, AKBP. Kristanto Yoga Darmawan, memimpin langsung acara serah terima jabatan (sertijab) 10 orang Pama di lingkungan Polres. Pemalang.
Dalam sambutannya, Kapolres. Kris menyatakan bahwa sertijab tersebut dilakukan dalam rangka rotasi dan penyegaran.
"Serta untuk mengisi kekosongan jabatan karena beberapa perwira telah purna tugas...," Ujar Kapolres.
Adapun perwira yang pensiun, yakni AKP. Bowo Widiyanto (Kasat.Intelkam), kini digantikan oleh AKP. Amin Mezi (Kapolsek.Petarukan) dan AKP. I Ketut Astawa(Kapolsek. Pulosari), sekarang dijabat AKP. Trisno.
Sedangkan perwira yang dirotasi, antara lain: Kapolsek. Bodeh(dari AKP. Hartono ke AKP. Sriyanto), AKP. Titik Liestyowati yang sebelumnya Kasubag. Humas. kini menjabat Kapolsek. Petarukan dan AKP. Nurhasan selaku Kasubag. Humas yang baru.
Kapolres. Pemalang berharap para perwira yang menduduki jabatan baru, dapat meningkatkan kesiap-siagaan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya menjelang Pileg. dan Pilpres, 17 April 2019 yang tinggal menghitung hari itu.
"Dalam menjalankan tugas tersebut, kita harus bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat dan instansi terkait lainnya...," Perintahnya.
(Reporter:SSBL).

Polres Pemalang Lakukan Rotasi Jabatan...



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Karawitan desa Petir memuaskan pemirsa. Ini terbukti di kala para sinden yang kala itu ada lima sinden dalam karawitan menghipnotis pendengar dan pemirsa karawitan di kala desa Petir menggelar lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul.

Memang karawitan tersebut dipimpin oleh seorang sarjana seni. Sehingga pantas saja bila karawitan yang digelar dalam lomba desa Petir itu pantas mendapat penghargaan dari pemirsa. Dari pemerintah sendiri bagaimana. Jawabnya belum ada yang melirik, kabarnya tentang lagu Wisata Gunungkidul lewat para sinden.

Diawali dengan kalimat Tuwo Mudo Wisoto ing gunungkidul, munggah Patuk...... suara sinden terasa nyes. Karena dua faktor, pertama suara sinden bersama intonasi gamelan sangat pas. Kedua sindennya cukup cantik, dandanannya cukup sopan dan enak dipandang. Sehingga pemirsa dan pendengar lagu Wisata Gunungkidul itu terasa puas dan menikmati dengan lega.

Tidak ada yang komentar tentang lagu Wisata Gunungkidul itu. Belum tentu juga lagu itu dinyanyikan oleh para Sinden atau oleh para penyanyi Campur Sari. Karena lagu Wisata Gunungkidul tidak mudah dinyanyikan oleh mereka yang belum bisa. Wajar bagi mereka yang sudah sering dan bisa menyanyikan. Lagu wisata itu mengalun dengan tenang dan nikmat untuk tua dan muda semuanya.

Penulis belum mengkaji atau mendalami, lebih-lebih belum mengusut tuntas tentang lagu Wisata Gunungkidul itu. Yang jelas banyak celotehan bagi para wisatawan yang sering mendengar lagu tersebut. Lagu Wisata tersebut memang baru naik daun di kalangan pejabat tinggi di pemkab Gunungkidul hingga perangkat dan kades serta camat.

Nampaknya lagu Wisata Gunungkidul akan tetap bertahan hingga akhir zaman. Karena lagu itu lebih pas dinyanyikan oleh orang tepian pantai selatan dari seputaran Rongkop, Girisubo hingga pantai Baron dan seputar pantai Gesing di desa Girikarto kecamatan Panggang.

Lagu tersebut pantas diusut oleh pendengar, dalam tampilan di lomba desa tahun 2019 tingkat kabupaten Gunungkidul itu, penulis belum tahu. Apa dinilai oleh rombongan tim penilai atau hanya didengar telinga kanan dan dibuang di telinga kiri.

Penulis yakin Lagu Wisata Gunungkidul masuk dalam garapan penting untuk dinilai dan diberi penghargaan. Karena selama ini penulis belum mengerti status lagu itu. Semoga kesampaian bagi wisatawan yang menikmati lagu tersebut dalam jaringannya untuk mengadukan ke pihak yang berwajib untuk menghargai kenikmatan Lagu Wisata Gunungkidul itu. (Sab)

Lagu Wisata Gunungkidul Puaskan Pendengar



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Dalam menjabat kepala desa Giriasih kecamatan Purwosari kabupaten Gunungkidul DIY, Suwitono merasa puas. Karena kades Giriasih ini telah mampu membangun telaga, gedung perkantoran di kompek desa Giriasih yang juga dilengkapi oleh Musholla yang indah dan rapi serta memuaskan karena enak dipandang untuk melengkapi bekerja dan beribadah.

Memang pantas diakui oleh warga masyarakat secara menyeluruh bahwa pembangunan yang ada secara realita memuaskan masyarakat dan pemdes. Sehingga kades Giriasih masih merasa kurang, karena masih ada yang ingin dilanjutkan untuk meneruskan pembangunan infrastruktur desa dan pembangunan fisik non fisik sesuai kebutuhan.

Selain itu Giriasih sudah punya telaga dan telah dibangun dengan rapi di masa pemerintahan kades Suwitono. Ini menjadikan kepuasan tersendiri bagi masyarakat desa Giriasih. “itu nantinya kita upayakan dan berorientasi jadi tempat wisata. Sekarang ini desa Giriasih baru jadi desa penyangga wisata yang berkunjung di pantai Parantritis.

Bahkan dari Parangtritis wisatawan naik di puncak Girijati, terus menuju desa Giriasih dan mampir juga di lingkungan desa. Menuju ke arah timur wisatawan berhenti di seputaran kecamatan Purwosari yang didepannya adalah kantor desa Giritirto yang juga dilengkapi restoran makan nasi ikan bakar dan nasi rendang. Disini tempat berhentinya para turis untuk makan dan minum serta beribadah salat.

Sehingga desa Giriasih sejak empat tahun lalu hingga Maret 2019 ini kades mencanangkan program untuk membangun itu semua. Alasannya adalah untuk kepentingan rakyat. Tapi yang jelas yaitu untuk kita bersama antara pemerintah dan rakyat yang tinggal di wilayah kecamatan Giripurwo Gunungkidul DIY.

Telah terealisasi pemandangan menarik yang digemari oleh wisatawan yang berhenti sejanak sambil minum degan kambil ijo disekitar Telaga. Seolah mereka menikmati keindahan alam yang sulit ditemukan kecuali di seputar Telaga Giriasih Purwosari. Fasilitas untuk wisatawan memang belum komplit, tetapi untuk dikunjungi wisatawan semakin banyak hingga kini.

Karena lokasinya yang strategis, wisatawan terasa krasan di Telaga Giriasih. Ruang parkir yang cukup tersedia juga makan minum, istirahat, dan ibadah di masjid. Selesai dari Telaga Giriasih mereka menuju ke timur ke pantai Baron. Ada juga yang kembali kebarat atau ke selatan menuju Paranggupito, Parangendog, Parangwedang, Parangkusumo dan pantai Depok.

Kala wisatawan berada di seputaran pantai Parangtritis, mereka merasa tercukupi. Karena telah menemukan apa yang dia cari, lebih-lebih di Parangkusumo mau beli baju, beli celana dan isinya juga ada. Sehingga mereka berhenti di restorah terasa mengingat desa dan Telaga Giriasih di depan Parangtritis dan Parangkusumo.

Hal itu yang mengilhami kades Giriasih Suwitono untuk mengembangkan suasana alam yang ada di wilayahnya. “Kami terasa lega terbangun di Giriasih ini, semoga bermanfaat dan berkembang untuk warga masyarakat,” katanya.(Sab)

Giriasih Berubah Kala Kades Suwitono



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Tidak ketinggalan dalam pagelaran lomba desa di desa Playen kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul DIY. Karena pada hari Kamis 14-03-2019 wilayah desa Playen ibaratnya dihujani bendera dan lautan manusia keluar rumah dan berpusat di balai desa Playen.

Ramainya warga masyarakat keluar rumah dan lalu lalang di jalan wilayah desa Playen karena pada hari itu desa Playen sedang mengikuti lomba desa tahun 2019. Bagi desa Playen merupakan putaran ke 11 dari peserta 18 desa merupakan perwakilan dari 144 desa yang ada di kabupaten Gunungkidul.

Sebanyak 18 desa yang merupakan perwakilan dari 18 kecamatan di pemkab Gunungkidul yang mengikuti lomba desa 2019 akan memperebutkan hadiah puluhan juta dari pemerintah kabupaten Gunungkidul. “Maka desa Playen serius dalam mengikuti lomba,” kata penonton.

Menurut pengamatan penulis dari sebelas peserta yang diamati sembilan desa itu, bagi desa Playen tidak ketinggalan dari desa lain. Bahkan menurut pengamatannya peserta dari desa Playen cukup memuaskan rombongan tim penilai dari kabupaten Gunungkidul.

Dari banyaknya sample yang disediakan di wilayah yang berpotensi dilombakan desa Playen telah dikunjungi oleh tim penilai. Dari dusun-dusun yang berpotensi dan disediakan untuk dinilai itu dengan cermat diamati dan dievaluasi oleh tim kabupaten. Dengan cermat dan teliti sehingga dalam memberi penilaian di lapangan hingga jam empat sore.

Rombongan tim penilai pada jam empat lebih baru masuk balai desa Playen. Nampak lelah, tetapi nampak juga bahagia dan puas karena tim penilai memang dengan cermat untuk menggarap lomba desa Playen. Walaupun begitu rombongan tim penilai masuk balai desa Playen masih melanjutkan menilai tentang administrasi di balai desa.

Dengan cermat rombongan tim penilai mengamati satu persatu semua masalah administrasi yang dinilai. Sehingga pelayan atau penjaga stand merasa puas juga dihampiri oleh tim penilai. Mereka menunggu sejak pagi, hingga siang. Namun baru sore hari tim penilai menghampiri bazar pasar murah yang menjual produk olahan dari KWT dan PKK desa.

Dalam kesempatan itu juga digelar kesenian Jatilan Gedruk di sebelah selatan balai desa Playen. Jatilan Cahyo Mudho Budoyo dari dusun Bogor itu meramaikan suasana bersasma penjatil yang lincah dan gagah dalam menari Jatil Gedrug. Lapangan dipenuhi para pedagang makanan dan juga penonton dari anak-anak remaja dan dewasa menikmati seni ini.

Sementara itu dalam komplek balai Desa Playen diramaikan oleh Bazar produk makanan yang dikelola oleh kaum ibu PKK desa. Bazar diadakan di halaman dan kelompok karawitan anak-anak SD diadakan di sisi kiri dalam gedung yang baru dan megah. Sebelah kiri dan timur karawitan ditempati oleh grup Campur Sari pimpinan Saronto.

Posisi di tengah menghadap ke barat adalah beground samput Lomba Desa yang bertuliskan Selamat Datang Tim Penilai Lomba di Desa Playen. Dibawahnya bertuliskan Nyawiji Mbangun Deso Playen. Ini menggambarkan bahwa antara tim penilai dan desa telah bersatu padu berjuang bekerjasama untuk membangun dan mencapai kejuaraan dalam lomba desa 2019. (Sab)

Playen Serius Dalam Lomba Desa 2019



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Peserta terakhir dalam lomba desa yang diikuti 18 desa perwakilan 18 kecamatan di pemkab Gunungkidul berakhir pada 27-03-2019 diikuti desa Sumberwungu Tepus. Acara evaluasi perkembangan desa atau sering lomba desa di wilayah pemerintahan kabupaten Gunungkidul digelar sebelum pemilihan umum 17 April 2019.

Lomba desa digelar bergilir diikuti oleh 18 desa sebagai wakil dari 18 kecamatan yang ada di seluruh pemkab Gunungkidul. Dimulai pada putaran 01 di Desa Karangmojo pada 24-02-2019. Putaran ke 02 yaitu di desa Grogol kecamatan Paliyan pada 25-02-2019. Putaran ke 03 pada 27-02-2019 desa Giriharjo kecamatan Panggang. Putaran ke 04 pada 28-02-2019 desa Jepitu kecamatan Girisubo.

Dalam minggu kedua dan putaran ke 05 pada  04-03-2019 desa Pundungsari kecamatan Semin, dan putaran ke 06 pada 05-03-2019 desa Kedungkeris kecamatan Nglipar. Putaran ke 07 pada 06-03-2019 yaitu desa Jurangjero kecamatan Ngawen. Pada putaran ke 08 pada 11-03-2019  di desa Nglanggeran, disini lomba desa berlangsung meriah, walaupun hujan lebat banjir.

Hingga pada putaran ke 9 hari Selasa 12-03-2019 untuk desa Sampang kecamatan Gedangsari. Dalam putaran ke 10 diikuti oleh desa Nglanggeran kecamatan Patuk kabupten Gunungkidul. Untuk putaran ke 11 pada 14-03-2019 diikuti oleh desa Playen kecamatan Playen kabupaten Gunungkidul.

Dan besuk pada putaran ke 12 hari Senin 18-03-2019 di desa Mulo kecamtan Wonosari. Dilanjut putaran ke 13 hari Selasa 19-03-2019 di desa Candirejo kecamatan Semanu. Putaran ke 14 hari Rabu 20-03-2019 di desa Kemiri kecamatan Tanjungsari. Putaran ke 15 hari Kamis 21-03-2019 di desa Giripurwo kecamatan Purwosari kabupaten Gunungkidul.

Untuk putaran ke16 di hari Senin 25-03-2019 di desa Planjan kecamatan Saptosari kabupaten Gunungkidul. Putaran ke 17 hari Selasa 26-03-2019 di desa Bedoyo kecamatan Ponjong. Dilanjutkan putaran terakhir atau putaran ke 18 hari Rabu 27-03-2019 di desa Sumberwungu kecamatan Tepus kabupaten Gunungkidul DIY.
  
Bagi peserta lomba desa tahun ini sudah tampil semaksimal mungkin. Sehingga mereka sangat berharap nantinya agar memperoleh nomor yang layak. Kalau bisa nomor terbaik atau nomor satu dan juara. Tapi bagi para peserta yang sempat ditanya wartawan ada juga yang tidak berambisi meraih juara.

Lomba desa merupakan ajang evaluasi pembangunan di tingkat pedesaan. Tanpa adanya lomba desa kapan menggerakkan warga masyarakat untuk membangun lingkungannya. Sehingga hal ini lomba desa harus selalu digerakkan setiap tahun bergiliran dari desa kedesa lain yang sebelumnya juara di tingkat kecamatan maju lomba tingkat kabupaten.

Untuk pemenang lomba tingkat kabupaten Gunungkidul akan diikutkan maju lomba mewakili Gunungkidul lomba tingkat propinsi DIY. Lomba ini diadakan bulan Juni 2019. Demikian dibeberkan oleh ketua rombongan tim penilai dari kabupaten. (Sab)

Sumberwungu Putaran Terakhir Lomba Desa 2019