Social Items


Grobogan– Cakrawalaonline, Akhirnya identitas mayat perempuan telanjang yang terapung di tengah sungai Serang di Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan akhirnya terjawab.


Tak berselang lama petugas Inafis Polres Grobogan bekerja melakukan pemeriksaan atas identitas jasad perempuan tanpa busana tersebut.

Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Grobogan, korban di ketahui  bernama Elisa Rahmawati (29) kelahiran Blora, tanggal  09 Maret 1990, seorang Ibu rumah tangga, beragama Islam,  yang bertempat tinggal di Bahar Mulya RT.19 RW.04, Kecamatan Bahar Utara Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Sementara itu Kapolsek Penawangan AKP Saptono  Widyo, H.S.Sos.M.H saat dikonfirmasi mengatakan bahwa identitas mayat tersebut berhasil diketahui.

“Dalam tubuh korban tidak di temukan tanda – tanda penganiayaan maupun kekerasan lainnya, dan kami minta teman – teman wartawan agar dishare alamatnya agar cepet ketemu keluarganya,” pintanya.

Hingga kini jenazah korban masih di RSUD Purwodadi. Ng/Awg

Akhirnya Terkuak Identitas Mayat Perempuan Di Sungai Serang Penawangan. Dia Ternyata.....


Grobogan –Cakrawalaonline, Warga sekitar sungai Serang yang terletak di Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan mendadak gempar, lantaran ditemukan sesosok mayat telanjang bulat yang tengah mengapung di sungai tersebut, Minggu (8/12).


Dari informasi yang dihimpun menyebutkan jika sesosok mayat tersebut berjenis kelamin perempuan yang di perkirakan berusia 25 hingga 30 tahunan.

Terpisah Camat Penawangan Kasan Anwar saat dihubungi melalui ponselnya, mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang masuk mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.


“Tadi mayat tersebut ditemukan oleh warga yang tengah memancing ikan di sungai serang di Desa Karangpaing sekira pukul 11.30 WIB, tepatnya di belakang masjid,” terangnya.

Kasan juga mengatakan bahwa tadi mayat tersebut belum diketahui identitasnya sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk divisum.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas mayat perempuan tersebut. Ng-Awg

Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Serang Masih Mistery


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta disingkat STITY. Lalu kampus STAIYO merupakan kepanjangan dari nama Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta.



Kampus STAIYO ini berada di Jalan Ki Ageng Giring Trimulyo II Bansari Kepek Wonosari. Sudah puluhan tahun kampus ini dibutuhkan dan mampu berkembang sesuai kebutuhan pengurus dan para mahasiswa. Karena STAIYO juga sering memberikan bea siswa rangking 1 bebas SPP 3 semester, rangking 2 bebas 2 semester dan rangking 3 bebas 1 semester.



Sehingga kampus STAIYO belakangan ini selalu dicari calon mahasiswa dari seputar Gunungkidul dan DIY pada umumnya. Jumlah mahasiswanya dari tahun ke tahun semakin ramai dan semakin banyak dan diburuhkan oleh anak muda yang ingin ilmu untuk kepentingan dunia dan ilmu untuk akhirat nantinya.



Sekarang ini kampus STAIYO mengajarkan lima Program Studi. Diantaranya yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Pendidikan Bahasa Arab, dan Program Pendidikan Guru MI/PGMI, dan Program Hukum Keluarga Islam serta Program Ekonomi Syariah.



Program Studi ini sangat dibutuhkan oleh anak muda yang ingin dinamis dalam menempuh ilmu agama dan ilmu lain yang bermanfaat di masyarakat sebagai generasi yang mampu bersaing di segala bidang. Sehingga para mahasiswa semakin banyak datang di kampus untuk menimba ilmu yang dibutuhkan para generasi muda.



Dari tahun ke tahun perkembangan kampus STAIYO semakin signifikan. Sesuai yang diungkapkan oleh Hasan atau Hasanudin yang aktif bekerja di bidang Tata Usaha Kampus STAIYO, termasuk pegawai yang senior mengungkapkan bahwa kampus ini berkembang sangat baik, karena dibutuhkan oleh para mahasiswa yang bersemangat.



Dari awal berdirinya STAIYO, dulu pada tahun 1978 kampus ini bernama UNU atau Universitas Nahdlatul Ulama. Lalu UIY Universitas Islam Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta (STITY). Dan di akhir tahun 2012 STITY berubah menjadi STAIYO. Demikian menurut Hasanudin pegawai STAIYO kala ditanya Sabar wartawan Cakrawala Online biro DIY akhir Desember 2019.



Dengan perkembangan tersebut Drs H Mardiyo M.Si selaku ketua kampus mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berkait dengan kampus STAIYO. “Kepada pengurus, dosen dan pengurus yayasan serta mahasiswa dan semua saja kami ucapkan terima kasih atas dukungan demi berkembangnya ilmu dari STAIYO ini,” ungkapnya. (Sab)

Pada 2012 Kampus STITY Jadi STAIYO


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Pilkades serentak di pemkab Gunungkidul dilaksanakan pada hari Sabtu Pahing tanggal 23 November 2019. Desa yang mengikuti pilkades ada 56 desa.



Sebelumnya telah dua desa seperti Desa Bulurejo kecamatan Semin dan desa Kemejing kecamatan Semin telah mengadakan pemilihan kepala desa secara musyawarah. Pilihan kades ini disebut juga sebagai pilkades antar waktu, karena dua desa ini kadesnya meninggal dunia karena sakit.



Pilkades di Gunungkidul yang diikuti oleh 56 desa itu, juga diikuti oleh desa Karangduwet kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul DIY. Jabatan kades Karangduwet diperebutkan oleh empat orang calon.



Budi Paliyanto yang sebelumnya juga mantan kades setempat yang baru-baru ini mampu meraih jumlah suara paling banyak. Sehingga Budi Paliyanto ditetapkan sebagai pemenang pilkades Karangduwet.



Pilkades Karangduwet yang kabarnya terjadi persaingan sangat ketat. Sehingga kabarnya sampai menghambur-hamburkan uang untuk calon pemilih. Hal itu terjadi bagi mereka yang ingin memperebutkan suara terbanyak.



Tetapi bagi Budi Paliyanto hal itu tidak dilaksanakan, karena hal itu tidak mencerminkan demokrasi yang benar. “Rakyat jangan diajak untuk berdemokrasi main uang,” katanya. Sehingga beliau memilih cara yang sederhana, pihaknya mengajak kepada rakyat yang paling bawah. “Mari kita ciptakan suasana pilkades yang harmonis dan transparan,” ajaknya.



Menurut Budi Paliyanto rakyat itu diajak berfikir jernih, artinya tidak main uang. Bila hal ini dapat terwujud, kedepan nantinya rakyat juga yang akan memiliki.  Rakyat itu sudah hidupnya susah, mereka juga berhak untuk mencalonkan diri sebagai cakades. “Kami harap rakyatlah yang mencari pemimpin atau mencari kades. Bukan kades mencari rakyat,” jelasnya.



Pilkades Karangduwet yang direbut empat orang, Budi Paliyanto mampu menyisihkan tiga orang calon. “Hal ini merupakan kemenangan warga masyarakat desa Karangduwet, bukan semata-mata kemenangan mantan. Warga Karangduwet harus berfikir kedepan yang lebih baik. Mari kita ciptakan rasa kegotong royongan, kita ciptakan suasana yang aman, tertip dan konsusif dalam pilkades. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. (Sab)

Budi Paliyanto Kades Karangduwet Paliyan


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Trianto mengungkapkan bahwa musim hujan tahun ini belum maksimal. Sehingga banyak warga masyarakat di wilayah Gunungkidul yang sudah tebar benih untuk ditanam dengan cara ngawu-awu tidak tumbuh dengan semestinya.



Ngawu-awu adalah cara tanam benih bagi para petani di wilayah Gunungkidul, yaitu dengan cara menebar benih di kala menjelang musim hujan. Model tanam benih seperti ini untuk mengurangi tenaga di kala musim hujan tiba.  Tanam lebih awal ini bisa dilakukan petani yang pada umumnya mereka punya lahan yang luas.



Dengan tenaga yang sedikit, yaitu dengan cara tanam bertahap, atau model tanam menyicil itu dimaksudkan tanaman dapat tumbuh baik karena serentak kehujanan dan di musim hujan tiba itu bibit tanaman tumbuh serentak dan hasilnya biasanya lebih baik.



Tetapi di musim hujan sekarang ini, yang dimulai hujan pertama pada hari Jumat Kliwon tanggal 01 November 2019 ternyata selama hampir sebulan hujannya tidak stabil. Alias bagi mereka yang telah tebar benih menyebabkan tanaman itu tumbuh dan kemudian kering akibat kekurangan air.



Hal demikian ini menurut pantauan wartawan yang sering meliput di wilayah pedesaan di wilayah pemerintahan kabupaten Gunungkidul, ternyata benar apa yang diungkapkan sekretaris desa Candirejo. Sehingga Trianto pun sebagai sekretaris desa tidak melulu bekerja sebagai sekretaris, tetapi juga tetap peduli dengan warga masyarakat yang menabur bibit tanaman seperti bibit jagung, bibit padi dan lainnya di lahan pekarangannya.



Trianto meras prihatin dengan tanaman petani yang tumbuh dan kemudian kering. Karena hal itu dipengaruhi hujan yang tidak merata dan tidak stabil. Tanaman tumbuh dan kemudian kering pun tidak hanya terjadi di wilayah desa Candirejo, tetapi terjadi di hampir seluruh wilayah pemerintahan kabupaten Gunungkidul.



Siapa yang peduli dan mampu mensiasati tentang tabur benih dan tanam benih menjelang musim hujan tahun ini. Kapan waktu yang tepat tidak ada yang mengetahui. Para petani hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa.



“Kepada Tuhan mereka berharap segera turun hujan di lahan sawah yang sekali panen. Semoga sampai Jumat Kliwon 6 Desember 2019 ini yang sebulan hujan tidak merata, dapat hujan yang serius dan mampu untuk bertanam. Rupanya 06-12-2019 sore hari turun hujan, semoga merata di wilayah DIY dan Gunungkidul,” harapnya. (Sab)

Trianto Sekdes Candirejo Kecamatan Semanu


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Pengembangan potensi desa dengan adanya Batik Prita Lestari dari desa Petir bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada. Disini telah disosialisasi ke warga masyarakat mengenai budidaya tanaman gaharu, dan porang. Kemarin telah disosialisasikan ke masyarakat. Mereka yang datang dari guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.



Hal ini untuk sosialisasi budidaya porang bersama para tokoh, diantaranya pegawai peneliti UGM dan lainnya. Porang adalah tanaman yang hidup di bawah pohon. Di bawah pohon diharapkan ditanami tanaman porang, budidaya ini sangat penting untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat. Itu yang akan dikembangkan oleh pemerintah desa Petir dalam waktu dekat bersama warga masyarakat.



Selain itu juga dilakukan tentang pengembangan pasar budaya yang menyelenggarakan even-even di salah satu tempat akan digunakan untuk jalan sehat yang diimbangi dengan penjualan makanan sehat seperti pecel dan lainnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan sirkulasi pendapatan masyarakat dengan penjualan makanan yang dikelola lebih modern.



Berkait dengan lomba desa tahun kemarin di wilayah pemerintahan Gunungkidul, pihaknya tetap berkeinginan mengenai lomba desa tetap dilaksanakan.  Karena lomba desa mampu menertipkan administrasi dan mampu membangun di semua sektor yang ada di masyarakat. Diakui juga mengenai lomba desa merupakan langkah pasti untuk bergerak meningkatkan kerja keras dalam pembangunan.



Sarju mengungkapkan, “Desa Petir sekarang ini baru jadi desa rintisan budaya, maka kedepan secara singkat diharapkan segera ditetapkan jadi desa budaya,” demikian kata kades. Disini diharapkan dengan status desa budaya, tentu saja kedepan mampu meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat secara menyeluruh. 



Karena warga masyarakat sekarang ini sangat menanti status desa rintisan budaya ditetapkan oleh pemerintah jadi desa budaya. Kalau desa Petir ditetapkan jadi desa budaya, harapannya warga masyarakat lebih lincah lagi untuk mengimbangi status tersebut. Sekarang ini sudah kerja keras untuk membangun fisik dan non fisik bersama pemerintah. Hasil kerja keras dari warga masyarakat semakin nampak.



“Hasil kerja keras dari warga masyarakat sangat berharap desa Petir jadi Desa Budaya. Ketetapan ini diharapkan oleh masyarakat. Semoga Desa Petir kecamatan Rongkop kabupaten Gunungkidul DIY segera ditetapkan jadi Desa Budaya. Pada tahun depan harapan ini segera diberikan oleh pemerintah,” harapnya. (Sab)

Sarju Jadi Kades, Petir Ingin Jadi Desa Budaya


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Obyek wisata pantai selatan di DIY, terutama di wilayah kabupaten Gunungkidul, yaitu pantai Baron, Kukup dan ke timur lagi yang berada di wilayah kecamatan Girisubo yaitu pantai Sadeng sekarang ini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan.



Demikian diungkapkan oleh Arif Yahya pegawai Negeri Sipil di kantor kecamatan Girisubo saat ditemui wartawan pada hari Rabu tanggal 04-12-2019 di kantor kecamatan. Pihaknya mengakui bahwa obyek wisata pantai Wediombo dan sekitarnya itu belakangan ini semakin banyak wisatawan.



Sebagai sekretaris kecamatan Girisubo, Arif Yahya SSTP mengaku lega bahwa wilayah kecamatan Girisubo itu berada di dekat pantai selatan Gunungkidul. Walau wilayahnya agak kecil, tetapi sekarang ini warga masyarakat sudah sepenuhnya menghayati sebagai warga masyarakat. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih rajin bekerja sesuai profesinya masing-masing.



Juga mengenai hal pengembangan obyek wisata di Girisubo diharapkan kedepan mampu menjangkau tempat-tempat wisata yang lain. Hal tersebut diharapkan dalam jangka menengah dan ke depan pengembangan obyek wisata yang ada dapat dikelola sesuai harapan warga masyarakat dan pemerintah.



Namun hal demikian diharapkan warga masyarakat tidak hanya sebatas sebagai penonton, tetapi juga harus juga sebagai pemain. Dalam hal ini harus mampu menjadikan tempat wisata itu sebagai tempat untuk mencari nafkah dengan cara berjualan souvenir, makanan dan barang-barang lain yang dibutuhkan oleh wisatawan yang datang.



Sebagai sekretaris kecamatan Girisubo yang disiplin dalam tugas, Arif Yahya selalu tertip bekerja. Pihaknya mengaku juga selalu berhubungan baik dan dinamis serta transparan dengan pegawai di kecamatan. Selain itu juga mengaku harus berhubungan baik ke atas dan ke bawah.



Hubungan ke atas itu kepada camat dan pemkab Gunungkidul dan DIY. Untuk yang ke bawah itu hubungannya dengan regulasi ke desa-desa dan padukuhan. Itu semua sesuai regulasi yang ada dan diterapkan sesuai porsi pegawai masing-masing.



Berkait dengan pilkades dengan hasil yang baru, sesuai kesepakatan yang ada, dengan kades terpilih nantinya tanggal 10 dan 11 Desember 2019 dihadirkan di kecamatan Girisubo. Mereka untuk diberi bekal untuk bekerja sebagai kades baru di wilayahnya. (Sab)

Arif Yahya Sekcam Girisubo, Wisata Pantai Sadeng Ramai


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Desa Tileng kecamatan Girisubo kabupaten Gunungkidul juga dilalui JJLS atau Jalan Jalur Lintas Selatan di pulau Jawa. Demikian diungkapkan oleh Suwardi kades Tileng yang terpilih 23-11-2019 saat ditemui wartawan di rumahnya belum lama ini.



Pihaknya ditetapkan sebagai kades terpilih karena mampu meraih jumlah suara terbanyak dari calon lainnya. Selanjutnya kades terpilih di pemerintahan kabupaten Gunungkidul yang melalui pemilihan serentak pada hari Saptu Pahing tanggal 23 November 2019 itu menurut rencana bakal dilantik pada tanggal 31-12-2019.



Untuk selanjutnya bagi 56 kades yang dilantik itu segera melaksanakan serah terima jabatan kepada kades terlantik. Itu dilaksanakan karena kades baru telah diambil sumpah dan dilantik oleh bupati, selanjutnya mengadakan serah terima jabatan dilaksanakan tanggal 31 Desember 2019 atau tanggal 01 Januari 2020.



Suwardi yang sebelumnya sebagai guru Sekolah Dasar Kanisius Sorowajan Banguntapan Bantul itu merasa lega. Karena ikut Pilkades baru pertama dan kebetulan terpilih. Sebagai guru PNS yang dibantukan kepada SD Kanisius itu telah pamit kepada negara untuk ikut pilkades.



Keluar dari PNS Guru SD karena ingin memberikan sisa hidupnya untuk tanah kelahirannya, yaitu desa Tileng kecamatan Girisubo kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Niat utama yang akan dilaksanakan bila telah dilantik sebagai kades Tileng, bagi Suwardi ingin membangun wilayahnya secara bersama-sama warga masyarakat. Beberapa hari menjelang pemilihan kades beliau menawarkan program tersebut dengan cara sosialisasi program pembangunan masyarakat.



Terdapat empat dusun di wilayah desa Tileng yang dilalui JJLS terdapat empat dusun. Di desa yang dilalui JJLS itu diharapkan nantinya untuk dikembangkan juga pembangunan kios-kios untuk pertokoan sebagai tempat penjualan kelontong bagi warga masyarakat yang memiliki lokasi tersebut.



Menurut Suwardi, dengan demikian pembangunan ekonomi warga masyarakat nantinya semakin berkembang dengan cara mendirikan rumah toko di sepanjang jalan JJLS itu. “Semoga di tahun depan pembangunan JJLS selesai dibangun dan dilalui kendaraan. Harapan kami warga masyarakat dapat mengikuti program pembangunan pendirian toko-toko untuk jual bahan makanan dan toko klontong,” katanya. (Sab)

Suwardi Kades Tileng Kecamatan Girisubo


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Bar lomba desa Candirejo, ibu PKK menyempatkan Selfi bersama penabuh piano atau pionis. Lomba desa ini diikuti oleh desa Candirejo kecamatan Semanu diselenggarakan hari Selasa tanggal 19 Maret 2019. Bagi desa Candirejo lomba tingkat kabupaten 2019 ini merupakan putaran ke 13 dari 18 desa merupakan perwakilan 18 kecamatan.



Gunungan yang dikemas dari berbagai hasil bumi yaitu padi, jagung, dan lain-lain itu merupakan ungkapan rasa syukur bahwa musim hujan tahun ini patut disukuri karena panen layak bagi kaum petani. Tetapi bagi 3 penari Gambyong mengungkapkan bahwa lomba ini harus juara pertama atau terbaik. “Kami ingin juara terbaik atau pertama,” akunya.



Bagi Candidrejo, selain gunungan ditampilkan sebagai simbul kemakmuran juga ditampilkan penyanyi cantik yang membawakan Tari Gambyong. Tiga penari bernama Indah Puspitasari, Prana Parastri dan Kusuma Dewi memang sangat memukau pemirsa, termasuk rombongan tim penilai dari kabupaten.



Tidak kalah penting juga dalam penampilan ibu-ibu PKK desa Candirejo yang turut bernyanyi dalam kesempatan berurutan. Mereka membawakan lagu Mars PKK, Mars KB, Gunungkidul Handayani dan lagu lainnya mampu menggiurkan rombontan tim penilai. Sehingga rombongan tim penilai ikut juga menyanyi bareng ibu PKK beserta hadirin semua.



Dalam kesempatan itu juga ditandatangani bersama tentang nota kesepahaman tentang asap rokok atau tempat merokok. Merokok pada tempat yang disediakan adalah sebagai perwujutan bahwa kita semua saling menghormati sesama kaum perempuan dan perokok non aktif. Hal itu untuk mewujudkan kondisi dan suasana udara yang sehat.



Triyanto yang juga sekretaris desa selaku ketua panitia lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul tahun 2019 untuk desa Candirejo mengaku cukup bangga. Bisa tampil maksimal, walau dalam situasi sedang panen pertama dan musim tanam kedua di musim marengan. “Kesulitannya bagi warga masyarakat sedang panen dan sedang tebar benih kedua. Sehingga dalam kerja bakti bersama harus pada malam hari,” ungkapnya.



Namun demikian sekretaris desa Triyanto mengaku lega, karena lomba desa telah dapat diselesaikan dengan memuaskan. Juga tidak ada rintangan suatu apapun, lancar semuanya. “Alkhamdulilah lomba ini lancar, terima kasih,” jelasnya.



Huntoro PW camat kecamatan Semanu mengakui bahwa lomba desa Candirejo cukup membanggakan. Kerjasama saling sinergis untuk mensukseskan lomba ini. “Kami cukup bangga dengan warga masyarakat dan semua perangkat yang cukup tinggi dalam berpartisipasi menyiapkan sampel lomba desa ini,” kata camat. (Sab)

Bar Lomba Candirejo Ibu PKK Ikut Selfi


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Dua sinden dari desa Tancep bernama Rini dan Rina (Nama samaran) itu sanggat menggiurkan. Karena dalam tampilan di atas panggung karawitan, seperti dalam lomba desa tahun 2019 diadakan 13 Maret 2019.



Disitu dua sinden mampu manggung sesuai kehendak pendengar, yaitu seluruh hadirin peserta lomba desa dan pemirsa lomba desa serta tamu undangan termasuk para pejabat yang hadir.



Lebih-lebih di kala dua sinden itu menyanyikan lagu Pariwisata Gunungkidul. Dua sinden bersasma para pengrawit ternyata sangat menghayati tentang Lagu Pariwisata Gunungkidul. Sehingga lagu itu dapat nyaman didengar oleh semua telinga yang mendengar.



Memang lagu Wisata Gunungkidul memberi kepuasan tersendiri, terutama bagi pendengar. Baik tua maupun muda, pendengar pasti terasa nyaman dalam menikmati lagu Wisata Gunungkidul yang dibawakan oleh Sinden cantik dan bahenol.



Dua sinden setengah baya itu memang mampu menyedot pemirsa. Terutama lewat lagu yang dibawakan selama dalam acara Lomba Desa Sampang kecamatan Gedangsari kabupaten Gunungkidul DIY.



Bersama kostum yang sederhana dengan bibir tipis serta baju tipus dihias dengan warna merah, tampilan sinden itu terasa pantas dan ingin diciwel oleh penonton. Namun apa daya panggungnya terlalu tinggi, sehingga para pemirsa atau penonton tidak kesampaian dalam mendekati dua sinden itu.



Berbagai lagu yang dibawakan oleh dua sinden itu memang membuat suasana jadi hidup. Suaranya yang membelah udara juga membelah lekikan badan jadi kembang kempis. Pantas saja sinden itu selalu dilirik oleh penonton, kalau bagi wartawan tentu tidak mampu untuk mendekat, karena dijaga oleh keamanan.



Lomba desa Sampang tahun 2019 bersama kepala desa yang baru itu nampak meriah. Nampak bersemangat, tidak bosah baseh dalam acara itu. Bahkan acaranya jadi serem karena juga selain dihadirkan Karawitan bersama dua sinden juga ditampilkan Jatilan yang setengah mabok.



Bagi Suharman kades Sampang dan juga bagi Pardi sekretaris desa Sampang dan juga Mardi selaku kasi kesra desa Sampang. Mereka merasa puas dengan lomba desa yang ternyata meraih juara banyak, yang penting bukan juara 18 dari 18 peserta perwakilan 18 kecamatan dari 144 desa yang ada di Gunungkidul. (Sab)

Dua Sinden Dari Desa Tancep, Menggiurkan


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Hingga akhir bulan Desember tahun 2019 keadaan atau situasi dan kondisi wilayah desa Tancep kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY dalam kondisi mandali atau aman dan terkendali.



Demikian diungkapkan oleh Sunardi kepala desa Tancep ditemui wartawan bulan Desember 2019. Pihaknya menjelaskan bahwa keadaan desa Tancep selalu dalam kondisi aman dan terkendali. Hal itu selalu disiasati oleh perangkat dan segenap warga masyarakat Tancep.



Pihaknya juga mengakui bahwa musim hujan tahun ini yang dimulai Jumat Kliwon tanggal 1 Nopember 2019 ternyata hingga Jumat Kliwon tanggal 6 Desember 2019 ini hujan di wilayah Gunungkidul dirasa belum merata dan terbukti banyak tanaman yang mati karena kekeringan.

Namun diakui bahwa wilayah Tancep diakui kades ternyata sangat identik kekurangan air di musim kemarau. Beberapa wilayah RT yang kekurangan air.



Selain itu mengenai program yang baru di tahun 2020 yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di desa Tancep mendapat quota sebanyak 45 bantuan dari kementerian RI  di tahun 2019/2020. Jenis bantuan ini semacam bantuan untuk pembuatan Rumah Tidak Layak Huni atau (RTLH).



Bantuan dari kementerian RI melalui BSPS untuk warga yang dipandang kurang mampu itu sebesar Rp 17.500.000,-. Dimaksudkan seperti terurai Rp 2.500.000 untuk tenaga dan Rp 15.000.000 untuk material yang dikirim berupa bahan bangunan, seperti dikatakan kades.



Hal tersebut tentu saja membuat lega bagi warga masyarakat desa Tancep kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY, terutama bagi warga yang dipandang kurang mampu dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.



Atas bantuan pemerintah tersebut, kades Tancep Sunardi mengaku lega, karena warganya ternyata juga diperhatikan oleh pemerintah pusat, terutama kementerian RI. Sehingga beban warga masyarakat dapat sedikit diringankan atas bantuan tersebut.



“Bagi kami selaku kades Tancep, mewakili warga masyarakat yang menerima bantuan tersebut, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga warga masyarakat semakin giat dalam mensikapi hidup yang sekarang mulai semakin diperhatikan oleh pemerintah,” ungkap Sunardi kades Tancep. (Sab)

Sampai Desember 2019 Desa Tancep Mandali


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Pilkades yang dilaksanakan di desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY dapat berjalan lancar sesuai prosedur yang digariskan. Hal inilah yang menjadikan rasa lega bagi Slamet selaku panitia dan Kepala bagian tata usaha dan umum desa Beji kecamatan Ngawen Gunungkidul.



Slamet mengakui bahwa pemilihan kades Beji itu tidak terjadi permasalahan. Sehingga dapat dibilang lancar, aman dan terkendali. “Siapapun yang terpilih itu merupakan kehendak warga masyarakat Beji. Sehingga bila ternyata yang terpilih perempuan berna Sri Idhayanti, itupun merupakan pilihan rakyat atau pilkades Beji dibilang merupakan kemenangan rakyat.



Dengan perolehan jumlah suara bagi calon bernama Sri Idhayanti sebanyak 1.957 pemilih. Sehingga mengalahkan Suparno S.Sos yang memperoleh jumlah sebanyak 550 suara. Dengan demikian pilkades di Beji lancar, aman, tertip dan damai tidak ada suatu apapun.



Kata Slamet, ini merupakan kemenangan bagi warga masyarakat Beji. Dan yang penting  siapa yang terpilih jadi kades tetap didukung sepenuhnya oleh pemerintah desa Beji. Itu semua untuk mendukung tugas-tugas sebagai kades Beji semoga lancar sesuai tugas-tugas dari warga masyarakat Beji.



Sri Idhayanti sebagai kades terpilih desa Beji adalah merupakan warga padukuhan Bendo. Sebelumnya memang merupakan wanit ayang ulet, disiplin dan rajin serta serius dalam menghadapi semua masalah yang ada di masyarakat.



Berawal dari seorang perempuan yang rajin menggeluti makanan tradisional yang dikemas sebagai nasi angkringan di pinggir jalan. Hal inilah yang menjadikan Sri Idhayanti semakin dikenal oleh warga masyarakat di seputaran kecamatan Ngawen dan desa Beji.



Dengan demikian bagi Sri Idhayanti digadang-gadang mencalonkan kades Beji yang digelar pada 23 Nopember 2019. Terbukti ternyata Sri Idhayanti terpilih sebagai kades Beji yang siap dilantik menurut rencana pada tanggal 31 Desember 2019.



Setelah disumpah dan dilantik oleh Hj Badingah S.Sos bupati Gunungkidul bertepatan di Sewoko Projo bersamaan dengan 56 kades baru di seluruh pemkab Gunungkidul. Sri Idhayanti segera ikut serah terima jabatan dengan kades lama yang berlangsung pada tanggal 31 Desember 2019 atau setidaknya tanggal 1 Januari 2020.



“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia pilkades dan juga kepada semua warga masyarakat Beji. Semoga kami mampu menjalankan tugas kades selama enam tahun kedepan,” ungkapnya. (Sab)

Pilkades Sesuai Prosedur, Slamet Lega


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Drs Harto Muadzan M.Si pada Sabtu Pahing tanggal 23 November 2019 terpilih sebagai kepala desa Semanu kecamatan Semanu kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Pihaknya mampu mengumpulkan jumlah perolehan suara dari dua calon lainnya. Semula jabatan kades Semanu diperebutkan oleh tiga orang calon, yaitu calon nomor 1 mantan yang baru-baru ini bernama Andang Yunanto dan nomor 2 Heri Sulistyo serta nomor 3 Drs Harto Muadzan M.Si yang pensiunan sekretaris kecamatan Paliyan Gunungkidul.



Ditemui Sabar selaku wartawan Cakrawala Online Biro DIY untuk wilayah kabupaten Gunungkidul, pihaknya memaparkan. Bahwa yang pertama menghendaki kades adalah warga masyarakat desa Semanu. Lalu ditanggapi oleh Drs Harto Muadzan M.Si, lalu mengadakan pertemuan untuk sosialisasi di wilayah desa Semanu.



Masa sosialisasi tidak lama karena sebenarnya tahap awal semasa pensiun akan digunakan untuk menjadi dosen di Yogyakarta. Karena diminta oleh masyarakat beliau juga menerima, dan akhirnya mencalonkan diri dan menempati calon nomor 3 dan ternyata menang.



Program kerja sesuai visi dan misi calon kades ini adalah ingin bisa melaksanakan tugas dengan baik selama menjabat enam tahun kedepan. Bisa mensejahterakan warga masyarakat, karena dengan ketulusan dengan tulus iklas keluarga, mudah-mudahan ini mampu berupaya dan bisa dilakukan sesuai dengan program visi misi yang kemarin.



“Semoga saya bisa memajukan warga masyarakat desa Semanu yang lebih maju,” demikian menurut kades terpilih desa Semanu. Pihaknya bakal meneruskan jabatan itu setelah dijabat oleh Andang Yunanto.



Mantak sekcam Paliyan ini mengaku bahwa bila jabatan itu tidak hanya sebatas kades Semanu, hal inipun terima kasih kepada Tuhan. “Semoga kami mampu mengemban amanah hingga akhir masa jabatan enam tahun kedepan. Bila amanah itu ternyata Tuhan menghendaki jabatan yang lebih, Drs Harta Muadzan M.Si selalu bersyukur dan terima kasih,” jelasnya.



Hingga disini kades Semanu terpilih 23-11-2019 dan dilantik menurut rencana 31-12-2019 dan serah terima pada hari yang sama dan berikutnya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap warga masyarakat dan panitia pilkades.Mari kita semua saling hidup rukun, harmonis untuk menuju pembangunan yang lebih baik,” jelasnya. (Sab)

Drs Harto Muadzan M.Si Kades Semanu


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – “Insya Alloh saya mampu mengemban amanah dari warga masyarakat diangkat menjadi kepala desa Banjarejo,”. Demikian diungkapkan oleh Dwi Haryanto kades Banjarejo terpilih pada Sabtu Pahing 23 Nopember 2019 bersamaan pilkades serentak yang diikuti oleh 56 desa di Gunungkidul.



“Saya akan mengemban amanah itu secara terbuka sesuai kehendak masyarakat desa Banjarejo secara umum dan saya awali dalam visi misi saya akan membuat headline SMS aduan untuk warga masyarakat,” tambahnya.



Hal ini diharapkan,  biar dalam menjalankan itu bisa dikontrol oleh warga masyarakat. Dan yang paling baku membahu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi untuk memajukan masyarakat desa Banjarejo. Itu yang paling utama, menurut Dwi Haryanto.



Jadi dalam hal ini nantinya kedepan  ada perubahan dari kemarin menuju yang lebih baik.

Sebelumnya kades ini pernah jadi DPRD Gunungkidul dari Partai Bulan Bintang selama dua periode yaitu 2004-2009 dan 2009-2014.



Pihaknya juga mengakui bahwa menjadi kepala desa itu nampak berat. Konflik horizontal itu sangat terasa. Sangat beda dengan masa pemilihan calon legislatif. Dulu saat mencalonkan DPR bagi kami tidak terasa seperti masa saya nyalon kades. “Saya menyadari demikian, jelqas Dwi Haryanto.



Sebagai kepala desa terpilih di desa Banjarejo kecamatan Tanjungsari, Dwi Haryanto merasa berterima kasih kepada panitia pilkades. Selain itu yang paling utama mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada warga masyarakat desa Banjarejo yang memilih dan memberi dukungan sepenuhnya selama menjabat kades Banjarejo hingga enam tahun kedepan.



Ditemui wartawan Cakrawala online Biro DIY dengan alamat www.cakrawalainterprize.online Dwi Haryanto juga mengaku pernah menjadi wartawan, bahkan sebagai Kepala Biro atau Perwakilan DIY dari koran Berita Inter Nusa terbitan Jakarta.



Selama menyandang sebagai wartawan itu, Dwi Haryanto mengaku puas, walaupun tidak kaya, tetapi senang karena dapat bermitra dengan banyak teman seperjuangan di seputaran wilayah kabupaten Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.



Ditanya wartawan, kabarnya kades bakal dilantik tanggal 31 Desember 2019 bersamaan dengan 56 kades terpilih di Gunungkidul, Dwi Haryanto mengaku siap dilantik bersamaan di Pemkab Gunungkidul. (Sab)

Dwi Haryanto Kades Banjarejo Terpilih 23-11-2019


Boyolali-Cakrawalaonline, Seorang pembeli gadungan menjadi perbincangan para pedagang di pasar Sunggingan boyolali. Dikarenakan beberapa pedagang di pasar tersebut mengaku telah menjadi korban penipuan oleh seorang pelaku yang berpura-pura sebagai pembeli.

Penjaga toko herbal Madu Nardi (42) menceritakan awalnya pelaku memesan beberapa jenis madu kemasan dan beberapa obat-obatan herbal yang dipilihnya, dan pelaku mengaku mengenal pemilik toko untuk mengambil barang yang sudah dipilihnya senilai ratusan ribu.

Setelah barang-barang dikemas, pelaku beralasan untuk pergi makan di warung sate milik Cak Roes, yang tidak jauh dari toko herbal tersebut, dengan membawa barang yang sudah dikemas tersebut.

Karena beralasan untuk makan sebentar dan mengaku mengenal langsung pemilik tokonya, maka Nardi si penjaga toko mengijinkan.

Akhirnya pelaku langsung meluncur kewarung sate milik Cak Roes tersebut yang berada tidak jauh dari toko madu.

Pelaku sempat makan sate dan minum di warung Cak Roes, terjadi perbincangan cukup panjang pelaku dibwarung sate dari habis beli madu obat herbal dan lainnya.

Setelah beberapa lama berbincang-bincang pelaku beralasan untuk menjemput istrinya di sebrang jalan, dan sekalian mau diajak makan sate bareng dengan berpura-pura memainkan HPnya.

Selang beberapa lama meninggalkan warung sate pelaku tidak kembali lagi.

Nardi si penjaga toko madu pun akhirnya mencari pelaku kewarung sate karena nota pembelian barang belum diserahkan dan untuk memastikan barang yang dibawa pelaku.

Namun setelah menunggu sekian lama pelaku tidak pernah kembali lagi ke toko herbal maupun warung sate.

Ternyata kejadian serupa juga pernah dialami beberapa penjual lainnya dengan modus yang sama.

Dengan kejadian modus pembeli pelaku penipuan seperti ini diminta untuk para pedagang lebih waspada dan saling membantu sesama pedagang lain untuk mengatasi kejadian serupa dikemudian hari. Sugeng w

Pembeli Gadungan Perdaya Pedagang Pasar Sunggingan Boyolali