Social Items


Grobogan- Cakrawalaonline, Guna memelihara ketahanan fisik dan jiwa Korsa  prajurit, Komando Distrik Militer (Kodim) 0717/Purwodadi menggelar kegiatan ketahanan mars (Hanmars) sepanjang 10 kilo meter, yang diikuti ratusan personel dengan melintasi route tiga Kecamatan yakni Kecamatan Purwodadi, perbatasan Kecamatan Grobogan dan Brati, kemaren Rabu (20/2).

Hanmars merupakan bagian dari pembinaan jasmani Militer  yang merupakan salah satu materi dari agenda rutin akhir bulanan, atau yang dikenal dengan Minggu Militer.

Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Inf Ngatija mengatakan, Minggu Militer merupakan agenda satuan, yang rutin dilaksanakan pada setiap bulan." Tujuanya agar para prajujrit TNI tetap terjaga kemampuan olah keprajuritan maupun kesegaran jasmani, yang tak kalah penting adalah moril semangat serta jiwa Korsa sebagai anggota TNI."

“Selain itu, kegiatan Minggu Militer ini dapat menunjang kegiatan sehari-hari para prajurit, walaupun sebagai satuan komando kewilayahan (Satkowil) sebagian besar personelnya adalah Babinsa yang setiap saat terjun dalam tugas kewilayahan, tidak boleh melupakan kemampuan dasar keprajuritan sehingga perlu di asah setiap saat,” ucapnya.

Pasiops Kapten Arh Andi Aan Kunaefi, S.S.T.Han mengatakan, “Latihan Hanmars, bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan  ketahanan fisik bagi seluruh anggota Kodim 0717/Purwodadi. Dengan kondisi fisik yang sehat dan prima akan membuat setiap prajurit dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Pasiops, Hanmars bertujuan untuk meningkatkan jiwa kebersamaan seluruh prajurit. Serta mengingat dan melatih ulang ilmu-ilmu dasar kemiliteran dan kemampuan, sebagai penjaga kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama.

“Latihan Hanmars juga dapat meningkatkan soliditas satuan serta kebersamaan antar prajurit Kodim 0717/Purwodadi,” pungkas Psiops.

Kegiatan Hanmars dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh prajurit. Terlihat para anggota Kodim 0717/Purwodadi sangat antusias dan kompak saat mengayunkan kaki dibarengi dengan menyanyikan lagu-lagu mars perjuangan guna mengugah semangat serta menghilangkan rasa lelah dan panas saat terik matahari menyengat kulit seluruh anggota.Ng-Pendim

Prajujrit TNI Tetap Menjaga Kemampuan Olah Keprajuritan




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Air adalah merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu air memang harus disimpan dalam bak yang besar. Seperti halnya bagi KH Ibnu Hajar Saleh Pranolo kyai kondang dari Panggang 3 desa Giriharjo kecamatan Panggang.
                           
Dengan membuat bak penampung air bersih, bernama Bak Raksasa mampu menampung ribuan liter air bersih. Air ini dapat digunakan di musim paceklik air atau musim kemarau untuk minum dan pertanian. Program pencipta Bak Raksasa sekitar rumah di Gunungkidul itu kini sering diikuti warga masyarakat wilayah kabupaten Gunungkidul DIY.

Banyak juga contoh penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia di lingkungan kita yang diterapkan KH Ibnu Hajar. Misalnya, Pemilu sudah dekat, namun pimpinan pondok pesantren Aolia di dusun Panggang didatangi tamu luar daerah. Dari Bandung, Jakarta, Semarang, dan lainnya. “Mereka mengadakan pendekatan dengan berbagai pihak menyambut Pemilu 2019.”

Ibnu Hajar Pranolo yang berpenampilan sederhana walaupun kyai kondang. Para tamu pembesar yang juga tergolong sosok pemimpin nasional itu biasanya saling melobi dengan berbagai hubungan antara bisnis dan hubungan social lainnya. Termasuk urusan yang sangat pribadi bagi para tamu.

Pencipta Bak Raksasa ini jadi Percontohan dalam kepeduliannya terhadap lingkungan. Telah membuat bak besar untuk menyimpan air bersih dan air jalanan secara terpisah disekitarnya untuk kepentingan hidup tumbuhan dan perikanan serta kehidupan manusia di kala krisis air.

“Kami memberi saran kepada mereka dan nyatanya Bak Raksasa jadi percontohan sebagai tempat penyimpan air bersih. Mereka berterima kasih kepada kita karena mereka merasa tertolong dan terpecahkan masalah yang melilit pribadinya,” katanya. Sehingga wajar bila KH Ibnu Hajar Shaleh Pranolo pimpinan Pondok Pesantren Aolia sangat dibutuhkan masyarakat.

Dikala sibuk para santri diberi pekerjaan rumah atau belajar sendiri dan diuji tentang perkembangan pola pikir dalam mengaji ilmu agama dan ilmu baca tulis ayat Al Qur’an. Memang banyak tamu dari jauh  belajar ilmu agama datang di Ponpes Aolia ini.

“Para santri tidak merasa berat bila kami tinggal, bahkan mereka cukup serius dalam mengaji dan baca tulis Arab,” katanya. Memang selama ini dikala Pilpres dan Pilleg di Negara ini, Ibnu Hajar banyak dibutuhkan orang yang berjiwa dinamis mengadu nasib dalam bermasyarakat.

“Kami tidak membedakan para tamu yang datang, semuanya kami layani dengan baik, dan ternyata mereka merasa lega dan terpecahkan masalahnya. Kami bukan sebagai orang pintar karena semua kesulitan itu adalah milik Allah dan bila masalah dapat diatasi, itu karena ijin Allah SWT,” tegasnya. (Sab)

Ibnu Hajar Pencipta Bak Raksasa Penampung Air




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline –   Kepala desa Sawahan kecamatan Ponjong kabupaten Gunungkidul mengaku tidak ada kesulitan dalam menjalankan pemerintahan selama ini. Hal tersebut diakui saat ditanya wartawan di kantornya belum lama ini.

Dengan pengakuan yang polos bagi Suprapto kades Sawahan berarti jalannya pemerintahan di desa Sawahan normatif. Artinya sesuai prosedur pemerintahan di atasnya yaitu pemerintahan kecamatan Ponjong dan juga pemerintahan kabupaten Gunungkidul.

Menurut Suprapto, mengenai hal-hal kecil itu wajar kadang timbul. Namun itu semua mampu teratasi dengan bijaksana. “Ya kami tidak ada kesulitan dalam mengemban amanah pemerintahan di tingkat desa. Bahkan bagi kami jalannya pemerintahan di desa Sawahan sangat normatif,” akunya.

Suprapto yang tiga tahun lalu menggantikan S Suyatno, yang masih kerabat atau saudara itu mengaku bahwa pembangunan di sawahan tidak diabaikan oleh pemerintah kecamatan maupun pemkab Gunungkidul. Terbukti saat ditanya wartawan bahwa sejauh mana pembangunan jalan cor blok atau perkerasan jalan, dijawab kades jalan cor blok cukup.

Memang patut disukuri bahwa pembangunan dari segala sektor di desa Sawahan cukup memuaskan. Terbukti bangunan kantor balai desa Sawahan nampak megah dan rapi. Sehingga hal ini jadi kebanggaan warga masyarakat secara menyeluruh.

Selain hal itu pembangunan jalan tembus antar dusun dan jalan desa dirasa layak pakai. Artinya tidak rusak berat. Sehingga warga masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Walaupun hal tersebut dipandang sangat normatif, tetapi pihak kades sangat berharap kepada pemerintah kecamatan dan pemkab Gunungkidul maupun pemerintah Propinsi DIY termasuk ke pusat. Pada pemerintahan Jokowi dan JK ini ternyata pembangunan di Gunungkidul belum memuaskan secara luas. Terbukti jalan desa-desa masih banyak yang rusak dan belum sepenuhnya diaspal. Tapi ini semua tidak perlu dimunculkan di publik.

Tahun 2019 ini kades ingin bangun embung air, semacam telaga. Sedikitnya ingin membangun kantong air. Hal ini agar air yang melimpah di musim hujan tidak terbuang ke sungai. Karena di musim kemarau sering kekurangan air untuk hewan dan tanaman serta pepohonan butuh air. “Bagi kami di 2019 ini ingin bangun kantong air. Sebetulnya ingin bangun embung untuk tampung air yang banyak. Tapi tak punya dana,” katanya.

Selain  itu kades sangat berharap kepada warga masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan ketertiban segala sektor yang ada di wilayah desa Sawahan. “Kami tetap menjalin hubungan yang baik dan harmonis kepada seluruh warga masyarakat desa Sawahan,” jelas kades. (Sab)

Kades Sawahan Ingin Buat Embung Tak Punya Dana




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Evaluasi pembangunan desa tingkat kecamatan yang diwakili oleh desa sekabupaten Gunungkidul tahun 2019 dimulai bulan Februari 2019. Bagi warga desa Giriharjo kecamatan Panggang Gunungkidul siap mewakili kecamatan Panggang dalam lomba desa digelar 27-02-2019.

Sebelumnya, Giriharjo telah menggelar Lomba Padukuhan Tingkat kecamatan di kecamatan Panggang yang pertama ditampilkan oleh padukuhan Panggang II. Lomba ini dimulai hari Senin Wage 23 Juli 2018 dipusatkan di balai padukuhan setempat. Demikian diakui oleh Muharyanto sekdes Giriharjo, Panggang, Gunungkidul DIY.

Lomba urutan pertama ini dikenal juga sebagai lomba pengagungan, yang biasa dilaksanakan menjelang peringatan HUT RI tahun 2018. Tingkat kecamatan Panggang dimulai 23 Juli hingga 31 Juli 2018 dengan menampilkan enam desa diwakili enam padukuhan di Panggang.

Kegiatan tilik padukuhan yang dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan Panggang ini telah jadi agenda tahunan yang selama ini berjalan lancar. Demikian diakui oleh camat kecamatan Panggang ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Ditegaskan bahwa yang namanya lomba desa atau lomba padukuhan, itu semua merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan setiap setahun sekali. Hal ini merupakan ajang silaturahmi dan sebagai tempat untuk mengevaluasi kegiatan pembangunan di berbagai sektor di suatu wilayah pedesaan.

Hal ini juga merupakan langkah kerja sebagai penyemangat kegiatan pembangunan di suatu wilayah pedesaan agar pembangunan selalu terkontrol dan terakomodasi serta terevaluasi secara akuntabel. Dengan terpantaunya pembangunan di suatu wilayah tertentu, maka dapat jadi bahan analisa sebuah kemajuan pembangunan semua sektor.

Selaku sekretaris desa Giriharjo yang mendampingi kades Giriharjo, acara lomba padukuhan tersebut dapat berjalan lancar sesuai harapan penyelenggara yang dikemas oleh panitia lomba dusun di dusun Panggang II itu. Muharyanto selaku pejabat sekretaris desa yang bekerja dengan baik dan selalu tanggap dan sigap dalam bekerja selalu membuahkan kesan tidak mengecewakan kepada pemangku tugas berkait.

Patut disukuri bahwa kades dan perangkat desa Giriharjo Panggang ini jalannya pemerintahan tingkat desa berjalan lancar sesuai yang diharapkan oleh warga masyarakat secara menyeluruh. Hal inilah yang dinanti oleh mayoritas penerima manfaat dan pelayan masyarakat ditingkat desa.

Sehingga dalam menyambut Lomba Desa 27-02-2019 ini tidak terasa berat. Namun juga tidak meremehkan tim penilai dari kabupaten dalam lomba ini. Panitia beserta sekdes tetap akan menampilkan segala potensi yang ada di wilayah desa Giriharjo untuk ditampilkan. “Kami akan tampil beda untuk memberdayakan masyarakat dan segala potensi yang ada. Namun tidak akan berlebihan dalam mengikuti lomba ini,” ungkap sekdes. (Sab)

Warga Giriharjo Siap Lomba Desa 27-02-2019




Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Telah beberapa kali diserahkan sertifikat untuk warga Desa Ngloro. Pertama penyerahan sertifikat di JEC Yogyakarta 300 sertifikat. Dilanjutkan pada 4-10-2018 warga Ngloro sudah menerima 500 sertifikat. Sehingga sampai 27-11-2018 sudah diserahkan 800 lembar sertifikat.

Menurut Agung pegawai BPN Gunungkidul didampingi oleh Kades Ngloro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul DIY di balai desa Ngloro. Hal ini akan dilanjutkan pada kesempatan lain menyusul penyerahan sertifikat untuk warga Ngloro yang kini sedang digarap BPN. Khusus warga Ngloro lebih dari 2000 sertifikat digarap di BPN Gunungkidul.

Diperkirakan bulan Maret 2019 penyerahan Sertifikat untuk warga desa Ngloro Rampung. Ini diakui Heri Yulianto kepala desa Ngloro kecamatan Saptosari ditanya wartawan kemarin. Sebelumnya diakui kades Ngloro saat mengikuti sertijab kades Jetis pada 27-11-2018. Dijelaskan bahwa rencana semua sertifikat yang bakal diterimakan ke warga masyarakat desa Ngloro lebih dari 2000 lembar.

Heri Yulianto mengungkapkan bahwa berkaitan dengan sertifikat itu bagi penerima warga Ngloro agar berterima kasih kepada pemerintah. “Sertifikat jangan buru-buru digadaikan kalau tidak punya kepentingan yang mendesak,” pesan Heri Yulianto kades Ngloro.

Sertifikat merupakan bukti kepemilikan tanah bagi warga masyarakat. Sehingga sertifikat harus disimpan dengan baik karena ini ibaratnya pusaka yang juga akan diwariskan turun temurun untuk anak cucu kita.

Tidak sekedar kita pemilik atau pemegang sertifikat yang berhak punya. Tetapi anak turun kita juga berhak punya dan menikmati surat berharga berupa sertifikat tanah ini. Jadi setelah jadi sertifikat jangan buru-buru tanah dijual karena itu juga akan jadi warisan untuk generasi mendatang.

Dalam kesempatan pembagian sertifikat yang digarap melalui program PTSL atau Persertifikatan Tanah Sistimatis Lengkap itu warga desa Ngloro merasa senang. Karena pemilik aset tanah itu punya status hukum yang jelas dan sah, sehingga memuaskan bagi mereka yang memiliki sertifikat. “Ya saya ikut senang karena punya sertifikat tanah,” ungkap warga desa Ngloro Kecamatan Saptosari kala ditanya wartawan. (Sab)

Sertifikat Warga Ngloro Maret 2019 Rampung