Social Items


Grobogan - Cakrawalaonline, Hingar bingar wajah masyarakat desa Karanganyar, karena hari ini telah memiliki kades baru.Teguh wijanarko telah resmi menjabat sebagai Kepala desa (Kades) setelah selesai dilantik oleh Bupati Grobogan pada Rabu (27/03) dan telah melaksanakan serah terima jabatan di kantor Desa Karanganyar kecamatan purwodadi kabupaten Grobogan pada hari ini Senin siang (01/04).

Suwarjo selaku PJS kades desa Karanganyar dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua masyarakat karna selama dirinya menjabat sebagai PJS telah banyak membantu/bekerja sama  dengan baik dalam tiap kegiatan desa.

 Teguh selaku kepala desa terpilih menyampaikan bahwa dia akan bekerja semaksimal mungkin untuk memajukan desa Karanganyar, dan dia juga berpesan kepada semua masyarakat untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah desa dalam tiap kegiatan, dan kalau ada kinerja saya yang kurang benar langsung sampaikan ke saya, " tegas Teguh.

Bupati Grobogan Sri Sumarni SH.MM dalam acara pelantikan berpesan supaya Kades terpilih bisa cepat melaksanakan tugas - tugasnya selaku kepala desa ( kades ) sebanyak 222 kades yang telah dilantik harus segera menyesuaikan diri agar cepat bisa memahami akan tugas-tugasnya, saya yakin saudara-saudara bisa memimpin dan menjadi pemimpin teladan, dan beliu juga berpesan agar kepala desa yang sudah menjabat agar bekerja lebih baik lagi agar benar-benar bisa menyejahterakan masyarakat. Ng-Tn

Siap Kerja Keras Mbangun Desa, Sertijab Kades Baru Desa Karanganyar Berjalan Lancar




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Kalender atau tanggalan yang dikeluarkan oleh Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta atau kampus STAIYO Wonosari memang selalu dicari. Karena kalender ini ukurannya sedang, jelas cetakannya dan juga jelas sesuai kebutuhan banyak orang serta dilengkapi dengan pranoto mongso.

Inilah yang sangat dibutuhkan bukan hanya bagi mahasiswa di kampus, tetapi semua orang termasuk petani, nelayan mereka sangat  butuh dan mencari tanggalan yang dikeluarkan oleh kampus STAIYO Wonosari ini.

Awalnya kalender STAIYO Wonosari itu dibagikan kepada mahasiswa dan pengurus kampus. Lama kelamaan tanggalan itu diminta orang, termasuk mahasiswa baru, wisudawan dan calon mahasiswa atau orang lewat kampus. Bahkan termasuk dibawa oleh wartawan yang meliput di kampus STAIYO Wonosari.

Tetapi hal demikian tidak pernah dihiraukan oleh kampus, termasuk oleh ketua kampus dan juga pengurus kampus. Sehingga kadang kalender tersebut dibagi, tetapi tidak merata bagi mereka yang pernah memakainya. Batas waktu hanya setahun memang, sehingga setelah akhir desember itu tanggalan hanya sebagai dokumen.

Ketua kampus STAIYO Wonosari, Drs H Mardiyo M.Si mengungkapkan bahwa tanggalan yang dicetak pada tahun 2019 sudah cukup banyak. Kalender itu memang hanya dibagikan kepada pemakai dengan gratis, sehingga menurut ketua cepat habis, mungkin karena gratis pemakai selalu menanti kalender STAIYO Wonosari.

Hal demikian juga diakui oleh Suharto S.Ag MM ketua sekretariat kampus STAIYO Wonosari yang juga seorang dusen kampus. Pihaknya mengaku bahwa kalender kampus STAIYO Wonosari memang sudah dicetak banyak, lebih dari cukup. “Mestinya kalender 2019 sudah cukup bagi pemakai,” katanya.

Suharto juga mengakui bahwa sekarang ini merupakan tahun politik. Berkait dengan kalender atau tanggalan itu sering juga disuplai oleh calon DPR yang maju njago lagi di tahun ini. Pihaknya juga kagum, tanggalan sudah dicetak lebih dari cukup kok yo masih kurang. Mungkin itu adalah hukum alam, semakin banyak dicetak juga semakin banyak nilai promosinya. Sehingga semakin tidak cukup bagi mereka yang pernah memakai.

Ditanya wartawan, pihak kampus merasa tanggalan tahun 2019 sudah cukup. Di luaran sana mengatakan belum cukup atau kurang, sehingga mengutik benak mereka berkeinginan masa depan atau tahun berikutnya akan mencetak lebih dari cukup.

“Bagi kami kalender itu tidak hanya untuk kepentingan dunia pendidikan. Tetapi untuk semua yang membutuhkan waktu atau mongso dan prakiraan lain yang dibutuhkan orang agar tercukupi. Petani, nelayan dan kaum buruh lain termasuk kaum intelek juga belajar dari kalender STAIYO Wonosari. Setidaknya merupakan petunjuk untuk diikuti,” katanya.(Sab)

Kalender STAIYO Selalu Dicari Orang




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Karawitan desa Mulo memuaskan pendengar. Ini terbukti di kala para sinden yang kala itu ada lima sinden dalam karawitan menghipnotis pendengar dan pemirsa di kala desa Mulo menggelar lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul.

Karawitan tersebut dibawakan oleh kelompok ibu-ibu PKK Desa Mulo kecamatan Wonosari. Sehingga pantas bila karawitan yang digelar dalam lomba desa Mulo itu mendapat acungan jempol bagi pendengar. Dari pemerintah desas Mulo memang ingin yang terbaik.

Sugiyarto A.Md kepala desa Mulo mengungkapkan bahwa dalam lomba desa di desa Mulo bagi kades harus mampu memotivasi warga masyarakat. Sehingga dalam sambutan kades memang harus jelas, keras dan mantap serta meyakinkan warga masyarakat desa Mulo.

“Bagi kami bila dinyatakan juara pertama atau juara satu harus siap maju di tingkat DIY,” demikian ungkap Sugiyarto kala ditanya wartawan seusai lomba yang juga dimeriahkan oleh kesenian Campur Sari dan juga kesenian Karawitan kelompok ibu PKK Desa Mulo.

Kades mengungkapkan bahwa lomba desa Mulo bertepatan dengan hajatan warga masyarakat yaitu musim panen dan musim tanam kedua atau tanam di musim marengan menjelang musim kemarau. Dalam persiapannya tidak bisa maksimal bagi pemerintah desa. “Tetapi alhamdulilah dapat selesai dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Kades berharap kedepan dengan adanya lomba tersebut akan memupuk semangat warga masyarakat dalam pembangunan fisik dan non fisik di masyarakat. “Kami selaku kades harus mampu  mendorong warga masyarakat untuk membangun. Agar kedepan desa Mulo beserta warga masyarakatnya semakin maju dan berkembanga sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Bagi desa Mulo, walau dalam persiapannya belum maksimal, tetapi dalam realita di lapangan cukup memuaskan bagi rombongan tim penilai kabupaten. Sujoko S.Sos M.Si selaku ketua tim penilai dalam evaluasi perkembangan desa merasa bangga dengan penampilan desa Mulo yang baik ini.

Mulo merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosari pantas bila nanti juara pertama. “Bila nanti juara satu ya saya beri hadian seragam bagi ibu-ibu PKK untuk maju di tingkat propinsi DIY,’ ungkap ketua tim di hadapan warga masyarakat dan semua lembaga tingkat desa dan kecamatan Wonosari.

Komandan penilai juga menegaskan bahwa lomba desa itu merupakan kuwajiban untuk berevaluasi. “Jadi yang namanya lomba itu tidak mesti harus juara pertama. Karena lomba desa itu untuk mempertahankan nilai-nilai gotong royong di masyarakat desa. Agar kedepan gugur gunung atau kerja bakti membangun desa itu tidak punah,” jelasnya.

Harapnya, jadi dari 144 desa yang 18 ikut lomba mewakili 18 kecamatan itu mesti tidak ada yang kecewa, bila nanti tidak juara. “Hal itu semua untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan di desa. Tetapi bagi desa Mulo ini lomba 2019 ini memang mantap,” ungkap ketua tim penilai. (Sab)

Lomba Desa Mulo Wonosari Mantap



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Lomba desa yang diikuti oleh desa Candirejo kecamatan Semanu diselenggarakan hari Selasa tanggal 19 Maret 2019. Bagi desa Candirejo lomba tingkat kabupaten 2019 ini merupakan putaran ke 13 dari 18 desa merupakan perwakilan 18 kecamatan.
                                           
Gunungan yang dikemas dari berbagai hasil bumi yaitu padi, jagung, dan lain-lain itu merupakan ungkapan rasa syukur bahwa musim hujan tahun ini patut disukuri karena panen layak bagi kaum petani. Tetapi bagi 3 penari Gambyong mengungkapkan bahwa lomba ini harus juara pertama atau terbaik. “Kami ingin juara terbaik atau pertama,” akunya.

Bagi Candidrejo, selain gunungan ditampilkan sebagai simbul kemakmuran juga ditampilkan penyanyi cantik yang membawakan Tari Gambyong. Tiga penari bernama Indah Puspitasari, Prana Parastri dan Kusuma Dewi memang sangat memukau pemirsa, termasuk rombongan tim penilai kabupaten.

Tidak kalah penting juga dalam penampilan ibu-ibu PKK desa Candirejo yang turut bernyanyi dalam kesempatan berurutan. Mereka membawakan lagu Mars PKK, Mars KB, Gunungkidul Handayani dan lagu lainnya mampu menggiurkan rombontan tim penilai. Sehingga rombongan tim penilai ikut juga menyanyi bareng ibu PKK beserta hadirin semua.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani bersama tentang nota kesepahaman tentang asap rokok atau tempat merokok. Merokok pada tempat yang disediakan adalah sebagai perwujutan bahwa kita semua saling menghormati sesama kaum perempuan dan perokok non aktif. Hal itu untuk mewujudkan kondisi dan suasana udara yang sehat untuk kita.

Triyanto yang juga sekretaris desa selaku ketua panitia lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul tahun 2019 untuk desa Candirejo mengaku cukup bangga. Bisa tampil maksimal, walau dalam situasi sedang panen pertama dan musim tanam kedua di musim marengan. “Kesulitannya bagi warga masyarakat sedang panen dan sedang tebar benih kedua. Sehingga untuk gotong royong atau kerja bakti bersama harus di waktu malam hari,” ungkap sekdes.

Namun demikian sekretaris desa Triyanto mengaku lega, karena lomba desa telah dapat diselesaikan dengan memuaskan. Juga tidak ada rintangan suatu apapun, lancar semuanya. “Alkhamdulilah lomba ini lancar, terima kasih,” ungkap Triyanto singkat.

Huntoro PW camat kecamatan Semanu mengakui bahwa lomba desa Candirejo cukup membanggakan. Kerjasama saling sinergis untuk mensukseskan lomba ini. “Kami cukup bangga dengan warga masyarakat dan semua perangkat yang cukup tinggi dalam berpartisipasi menyiapkan sampel lomba ini,” ungkap camat. (Sab)

Lomba Candirejo Digelar Gunungan Hasil Bumi




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Lomba desa Kemiri yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20-03-2019 terkesan sangat meriah. Partisipasi dari waraga masyarakat yang menyambut rombongan tim penilai di setiap sampel lomba sangat antusias menanggapi tim penilai.

Desa Kemiri yang merupakan bagian dari kecamatan Tanjungsari merupakan desa yang sedang masuk rintisan budaya. Sehingga partisipasi dari warga masyarakat sedang giat-giatnya menanggapi berbagai masalah berkaitan dengan kepedulian bekerja dan bergotong royong.

Samidi kades Kemiri yang dalam lomba desa itu mengantar rombongan tim penilai dari kabupaten. Mereka menuju Pasar Melok atau Res Area Pasar Melok di Padukuhan Guyangan. Tim penilai dilanjutkan dengan simulasi kebaran warga masyarakat dan diteruskan ke tempat obyek wisata Pakubon.

Pakubon adalah gua yang jadi tempat wisata, karena tempat ini belum populer, sehingga wisatawan minat khusus yang datang di Guo Pakubon belum banyak. Lokasinya yang indah, tidak kalah dengan Guo Pindul. Pakubon yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis desa Kemiri itu semakin bergeliat dan dikunjungi wisatawan.

Dalam kesempatan itu rombongan tim penilai dari kabupaten juga masuk dalam gua. Beberapa jam kemudian kembali dan menuju ke balai padukuhan Ngasem. Acara dilanjutkan menuju balai padukuhan Wates. Rombongan tim penilai yang dipandu seorang gaet Kasiyo berhenti di balai padukuhan Wates.

Di Padukuhan Wates ini rombongan tim penilai sempat berjoget bersama rombongan Campur Sari yang disediakan oleh dukuh Wates. Hal itu untuk melepas lelah setelah masuk Guo Pakubon dan kembali minum degan di padukuhan Ngasem.

Di padukuhan Wates agak lama karena berjoget dengann simbah-simbah yang gejok lesung. Joget bareng merupakan keakraban diantara orang besar dan berwenang besar dengan orang besasr di tingkat bawah atau pedesaan. Rupanya padukuhan Wates mendapat tempat lebih lama bagi tim penilai.

Rombongan berlanjut menuju padukuhan Bareng, setelah memberi nilai berbagai sampel yang disediakan dilanjutkan makan siang atau isoma (istirahat solat makan) di Bareng. Mereka sambil mendengarkan Karawitan Krido Laras dari ibu PKK dusun Bareng. Selesai dilanjutkan menuju balai desa Kemiri memberi penilaian di tingkat desa dan upacara pemaparan, kesan dan pesan oleh ketua tim penilai, dilanjutkan berdoa dan menyanyi Padamu negeri hingga acara ditutup oleh pembawa acara. (Sab)

Lomba Desa Kemiri 20 Maret 2019 Urutan ke 14